L i f e h e r e q u i t e f u n

Islamic Finance after Three Decades Achievement and Challeges


 Acara Forum Riset Perbankan Syariah  ke 4 mendapat perhatian khusus di mata masyarakat khususnya masyarakat Bandung yang banyak hadir terutama dari kalangan peneliti maupun stakeholder lainnya. Acara ini dilaksanaan di Bandung mendatangkan pembicara  yaitu  Prof. Dr. Volker W. Nienhaus yang merupakan President of the University of Marburg, Germany 2004-2010. Dalam makalahnya yang berjudul Islamic Finance After Three Decades: Achivement and Challenges,  ada beberapa point penting yang menjadi perhatiannya dalam perjalanan sejarah perbankan syariah di Indonesia salah satunya adalah bagaimana perbankan membentuk produk financial syariah. Inovasi Produk Financial merupakan aktualisasi penting pada perbankan syariah.
Hal senada juga telah diungkapkan jauh sebelumnya, dalam artikel  Drs. Agustianto bahwa ,“Tak bisa dibantah, bahwa terdapat hubungan yang kuat antara inovasi produk dengan pengembangan pasar bank syariah, Artinya,  semakin inovatif bank syariah membuat produk, semakin cepat pula pasar berkembang.” Hal tersebut tersebut merupakan point penting yang baik untuk dilakukan oleh industri perbankan syariah di Indonesia.
Dukungan dari keadaan ekonomi Indonesia yang positif juga akan mensinergikan dunia Perbankan Syariah untuk semakin optimis dalam mengembangkan Inovasi Produk Financial Perbankan. Pada acara yang sama Dr. Burhanuddin Abdullah Former Governor of Bank Indonesia and Rectore IPDN juga mengatakan, “Agar Perbankan Syariah untuk fokus dulu pada pasar Perbankan Syariah di Indonesia” alasannya, apabila Perbankan Syariah di Indonesia fokus pada pasar perbankan syariah di luar negeri seperti Malaysia hal tersebut hanya akan memperlambat penguasaan pasar dalam negeri dengan kata lain apabila pasar di Malaysia market share 1% maka sama dengan market share di Indonesia bisa sampai dengan 20%.
Faktanya memang semua hal tersebut telah terjadi dalam dunia Perbankan di Indonesia. Dengan telah banyak bermunculan produk-produk inovatif yang menjadi andalan pada masing-masing Perbankan Syariah di Indonesia. Pasarnya pun menjadi kompetensi yang menjajikan. Sehingga semua hal yang telah di ungkapkan oleh Para Ahli Ekonomi Syariah dalam acara FRPS Ke 4 di Bandung, bisa menjadi motivasi atau solusi bagi semua Industri Perbankan yang ada. Demi terciptanya kemakmuran bangsa serta tercapainya Masyarakat Ekonomi ASEAN.
4th Islamic Banking Research Forum.
Enchancing Quality and Competitiveness of National Islamic Banking Industry Toward ASEAN Economics Society.

Pemerintah Pusat Jangan Bosan Bangun Papua Sampai Pelosok



Akhir-akhir ini semakin semarak televisi maupun media komunikasi lainnya seperti koran memberitakan bahwa papua bisa menjadi negara adidaya dengan lumbung emasnya. Sedangkan saya pribadi juga pernah mendengarkan kalimat itu sejak duduk di bangku SD, dari guru saya ketika itu. Tapi mereka mengatakan dengan cara yang berbeda, seperti ini salah satunya "kita jangan mau dibohongi sama orang luar, kalian tahu kita ini negara kaya, lihat saja papua sudah berpuluh-puluh tahun amerika mengambil kekayaan papua berupa tembaga serta emas, tapi apa yang didapatkan orang papua sendiri". mereka seharusnya tidak cukup hanya dapat kesehatan gratis, serta dibebaskan biaya sekolah, tetapi mereka juga harus menjadi bagian dari industri tersebut serta memilikinya.



Termenung itu tidak boleh, ya tentu saja kita tidak boleh lagi termenung dengan kata-kata itu. Pemerintah ayolah bangun papua. Ini bukan hanya untuk papua, tapi untuk anda-anda. Pemerintah tidak boleh bosan membangun papua sampai pelosok. Anda para pembaca tentu juga bisa membantu papua dengan tangan anada sendiri, seperti berwisata kesana dan lupakanlah dulu wisata ke luar negeri. berikan mereka pendapatan dari kunjungan kita, pendapatan itu akan membantu anak-anak mereka bersekolah, makan, dan untuk mempertahankan generasi penerus yang akan menjaga dan membangun papua.


Semakin banyak orang-orang berpendidikan di Papua, maka mereka akan semakin mengerti kekayaan yang mereka miliki tentunya dengan cara-cara terbaik yang mereka miliki. Ayo Pemerintah jangan bosan bangun Papua sampai pelosok!

Maher Bermusik untuk Berdakwah

Maher Zein nama yang tidak asing lagi dirana music Internasional. Penyanyi asal Libanon yang cukup lama tinggal di Amerika, bukanlah penyanyi Pop atau R&B biasa. Ia menyanyikan lagu bernuansa Islami dengan beberapa bahasa terutamanya dalam bahasa Inggris, namun juga, dalam bahasa Perancis, Arab, Urdu, Turki dan Melayu sehingga mudah diterima oleh pencinta music diberbagai belahan dunia.
Munculnya Maher Zain di dunia musik membawa angin segar, karena pada saat ini sangat jarang ditemukan penyanyi yang murni menjual keindahan syair sekaligus berdakwah mengenai aqidah dan akhlak. Kebanyakan penyanyi sekarang hanya membuka topik tentang percintaan dan kadang hanya menjual sensualitas semata yang hal tersebut berlwanan 180 derajat dari yang diperintahkan.

Dalam setiap lagu-lagunya Maher Zain berisi dengan ajakan untuk melakukan kebaikan dan yang paling utama adalah untuk mengingat Allah SWT. Misalnya saja dalam lagu Insya Allah, yang mendeskripsikan bahwa Allah Swt. selalu berada di sisi kita para hamba-Nya. Lagu Insha Allah dalam album Thank you Allah mendapat porsi tertinggi di hati pencita music Islami, dengan kalkulasi download terbanyak. Belum termasuk penjualan Album dibelahan dunia.
Semoga kehadiran Maher Zain di dunia musik internasional membawa kebaikan bagi seluruh umat dengan pesan-pesan yang disampakain melalui lagu-lagunya. Karena, mudah dimengerti dan tentu menarik hati para pencinta musik dengan lagu Islami.

Selangkah kaki di RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina)

Minggu, 20 maret 2011
Hari ini untuk yang ke sekian kalinya saya Riris Agustya, menginap si RSPP, bukan karena sakit atau apa, tapi menunggu salah seorang dari anggota keluarga saya.
Kali ini kakak saya yang harus di rawat karena terluka akibat kecelakaan.
Tetapi yang menarik di sini bukanlah mengenai cerita kakak saya yang kecelakaan, tetapi suasana kamar tempat kakak saya dirawat yang begitu 'skeptis'. entahlah apa kata itu tepat untuk menggambarkan suasananya.

Rumah sakit Pertamina merupakan, tempat publik yang sering saya kunjungi selain bintaro plaza. tetapi sayangnya kunjungan saya bukan sesuatu hal yang dapat dibanggakan,hanya kunjungan biasa sebagai seorang penunggu. namun, hal berbeda tentunya selalu terjadi dalam setiap kunjungan yang saya lakukan. seperti kali ini,..

kakak saya, yang dirawat di kamar kelas 3 RSPP papilion untuk laki-laki. di kamar ini terdiri dari 5 tempat tidur yang salah satunya masih kosong tidak ada pasiennya.
meskipun, kamar ini hanya di isi oleh 4 orang pasien yang salah satunya kakak saya, namun, 2 diantaranya menarik perhatian saya.
Entah siapa, nama pasiennya, saya tidak sempat melihat, bahkan tidak berkeiinginan untuk melihat, karena takut menimbulkan hal-hal menimmbulkan salah paham. pasien itu seorang kakek, yang sejak saya datang hanya tertidur tidak berdaya dangan banyak alat melekat ditubuhnya. seperti selang makan yang langsung di hubungkan ke lehernya, kantung air seni untuk pembuangan langsung, sepasang selang oksigen yang dilekatkan kehidungnya serta beberapa selang infus yang melekat di tangannya. yang terpikir di benak saya tentunya rasa kasihan, tapi terlepas rasa itu tulus atau tidak yang menjadi perhatian adalah mengapa tidak ada satupun keluarganya yang datang mengunjungi bahkan seharusnya menunggu dan merawatnya. apakah yang telah kakek itu lakukan sehingga tidak ada yang menjaganya, dimana letak kesalahannya? pada keluarganya atau pada diri kakek tersebut.
bagaimana ia di masa mudanya? sehingga di hari tuannya ia harus jalani dengan sulit seperti ini. itulah yang terpecik dibenak ketika melihatnya dan terdengar beberapa kali kakek itu batuk dan mengeluarkan napas yang begitu sulit yang hembusannya terpantul diantara liang selang pernapasan.

kemudian, ini untuk pasien yang juga menarik tangan saya untuk menuliskan tentangnya, kata kakak saya ia adalah seorang laki-laki berumur 35 tahun, dia bukan laki-laki 'biasa', dia memiliki hal yang pola pikirnya berbeda dengan orang-orang normal seusiannya. pasien ini seperti kakek itu, yang sejak saya datang juga tertidur pulas, bedanya pasien yang ini mengeluarkan suara orang saat tidur yang begitu keras. berkali-kali terdengar. namun, keadaannya lebih baik dari kakek yang tadi, karena perhatian dari keluarganya. ibunya menunggunya dan beberapa kali orang-orang yang salah satu dari mereka kakaknya mengunjunginya. ibunya sangat sabar menjaganya, mengantikan pampers, menyuapinya, serta membersihkan badannya, semuanya terengar di balik tirai yang membatasi tempat tidurnya dari tempat tidur kakak saya. kedua tangannya di ikat. namun kakinya tidak, karena kakinyalah yang menjadikan ia dirawat dirumah sakit ini. saat tadi ibu yang menungguinya menerima telepon dari salah seorang temannya, ia bilang "maaf bu, saya tidak bisa datang, saya sedang menunggu si 'nama pasien ini' karena sudah 2 minggu kakinya lemas." begitulah, sungguh realita seorang ibu dan anak laki-lakinya. saya juga sempat berfikir apa yang telah ilakukan ibunya sehingga seperti ini keadaanya.

Hanya perbuatan baik yang harus kita lakukan...


masih terselip kisah-kisah lain di RSPP ini, meskipun itu saat berjalan, naik lift,ataupun membeli makan ke kantin, namun pikiran ini perlu waktu untuk menganalisa kisah-kisah selangkah kehidupan, agar tidak hanya menjadi sebuah tulisan.
Barakallahulakum...

Kesempatan itu pasti ada!

Hari ini aku terhenyak karena mendapat panggilan magang dari sebuah perusahaan asuransi terkemuka yang pernah ku ajukan. Subhanallah.
Meskipun panggilan tersebut berakhir dengan tertundannya aku untuk tidak magang pada bulan ini, karena sisa liburku yang akan habis serta pihak perusahaan yang mengiginkan kerja fulltime sehingga magang tersebut cancel. Namun, hal tersebut tidak mempengaruhiku, karena dengan aku mendapatkan panggilan tersebut berarti kemampuanku layak untuk diperhitungkan di perusahaan tersebut. sehingga yang menjadi masalah hanyalah waktu.

Subhannallah, hal ini tentu membuka pintu ilmuku bahwa aku harus meningkatkan ilmu yang telahku miliki, terus menambah Quality Of Mind, be Behavior, and also charity.
Tak ada kata itu. kata itu tak boleh lagi di Ucapkan.

Yang boleh di ucapkan hanya . ALLAHUAKBAR!!!

An Nisa 29




QS. An Nisa 4:29








يٰأَيُّهَا الَّذينَ ءامَنوا لا تَأكُلوا أَموٰلَكُم بَينَكُم بِالبٰطِلِ إِلّا أَن تَكونَ




تِجٰرَةً عَن تَراضٍ مِنكُم ۚ وَلا تَقتُلوا أَنفُسَكُم ۚ إِنَّ اللَّهَ كانَ بِكُم رَحيمًا










"O ye who believe! Eat not up your property among yourselves in vanities:

But let there be amongst you Traffic and trade by mutual good-will:

Nor kill (or destroy) yourselves: for verily Allah hath been to you Most Merciful!"

IRAN

Orang iran memiliki kemampuan yang luar biasa dalam hal bahasa, biasanya seseorang dapat mengusai minimal 4 bahasa dunia seperti, persia yang merupakan bahasa ibu,serta 3 bahasa lain seperti turki, jerman, dan inggris. sungguh tak heran mengapa negara barat sangat inggin memporak porandakan bangsa tersebut.

PAKISTAN

Berasal dari keturunan apakah orang pakistan?
seperti kebanyakan yang saya lihat dari wajah orang pakistan, ada yang putih, dan ada juga yang hitam.
namun perbedaan itu terasa sangat mencolok apalagi jika dilihat dari segi pendidikannya. They education so different to each other, then what the dicipline of law they use? as far as i know they using sharia law, but anybody who i know didn't really understanding about it. apakah mereka pura-pura tidak mengerti, atau memang sungguh tidak mengerti. Meskipun, banyak dari orang kasta atas pakistan yang berpendidikan tinggi bahkan hingga ke luar negeri tetapi negara mereka masih tertinggal jauh dari negara lain di wilayah Asia selatan. Entah apa yang terjadi sebenarnya, karena sesungguhnya saya tidak mau tahu. because Indonesia is my love country. modernisasi juga mulai terasa, namun kembali lagi hal itu tidak dirasakan oleh semua kalangan bawah. Biar pengetahuan yang menjawab.

 
Powered by Blogger