L i f e h e r e q u i t e f u n

When Allah touch you, Its The way to Love you

Semenjak Sekolah Menengah Pertama dulu diri saya memang tidak terlepaskan dengan yang namanya organisasi, tapi misi dulu beda yang jujur 50 % karena melihat organisasi tersebut bergengsi dan sisanya baru murni dalam hati. Ketika SMP organisasi yang cukup bergengsi di sekolah adalah PMR dan Paskibraka, tapi karena saya tidak terlalu suka panas-panasan kala itu, oleh karenanya saya memilih ikut PMR, tapi setelah masuk saya yang memiliki sikap idealis yang cukup tinggi kala itu cukup gerah ketika baru masuk sudah harus beli perlengkapan PMR yang cukup banyak, seperti jas lab, masker, slayer , name tag, dll. Akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri, dan free off organisasi hingga tamat SMP dan lebih serius untuk belajar agar bisa masuk SMA negeri.

Tamat SMP seperti rencana saya sebelumnya saya masuk SMA Negeri dan Alhamdulillah lolos test saatt itu. Awal tahun pertama saya sekolah gairah untuk organisasi saya kembali memuncak pada saat Panitia ABA SMA sesaat setelah OSPEK mengumumkan pembukaan pendaftaan untuk jadi Anggota OSIS, sayapun mendaftar dengan mengajukan surat lamaran, karena memang untuk masuk OSIS di sekolah saya saat itu bukan persoalan yang mudah. Selain harus melalui beberapa tahapan test seleksi juga harus melakukan beberapa Interview salah satunya dengan Pembina OSIS.

Beberapa tahap test kemudian kami lalui, dan 2 Minggu kemudian hasilnya di umumkan melalui mading sekolah dan beberapa selembaran pengumuman yang disediakan di Sekolah. Dalam kolom anggota OSIS yang baru tercantum nama Saya. Alhamdulillah nama saya lolos. :) Beberapa kegiatan saya lalui selama menjadi OSIS, saat itu saya masuk pada Departement Koprasi dan Kewirausahaan sebagai anggota. Beberapa kegiatan saya lalui diantranya menjadi Panitia ABA, tapi saya bukan memimpin anak baru disekolah saya tetapi disekolah lain yang baru membuka tahun ajaran baru. Ini pertama kalinya saya memimpin ABA dan harus disekolah lain. Tapi ini menjadi tantangan tersendiri buat saya, dan beberapa teman saya yang ikut menjadi perwakilan dalam kegitan ABA itu. Setiap kelas dipimpin oleh satu orang pendamping sedangkan disekolah saya bisa 2 orang, padahal jumlahnya lebih banyak disekolah baru tersebut. There were be my precious moment and  Just got it.

Ketika saya menjadi Osis saat itu saya juga mengikuti salah satu Organisasi Extrakulikuler yaitu WEBDesign School of SMA dimana organisasi tersebut merangkul anak-anak yang berkeinginan untuk menjadi atau sekadar ingin mempelajari bagaimana Fasilitas Internet itu berjalan dengan dukungan orang-orang yang membangun Rumah dalam Internet , itu istilah saya tapi orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan Web. :)
Sungguh menyenangkan menjadi bagian dari Organisasi tersebut, apalagi dibina oleh Pembina yang luar biasa, yaitu Guru Komputer kami sendiri yang pernah kuliah di Jerman, Beliau sejujurnya telah menjadi Inspirasi untuk saya pribadi meskipun orangnya sedikit dingin kadang ,, :D Tapi begitu mandiri dan memberikan motivasi dan inspirasi yang bermakna. Salah satu pesan yang selalu saya ingat adalah "Senioritas di sini bukan dilihat dari kelas berapa kamu, tapi dari sejauh mana Ilmu yang kamu miliki" (qUNCEN Quote 2007).
Hal itu menjadi aguman anggota Eskul kami sehari-hari , karena kala itu siapa yang tidak tahu bahwa di SMA identik dengan senioritas.

Kembali ke OSIS, selama satu tahun saya mengikuti OSIS, saya rasa itu cukup selain saya sudah mulai penjurusan dan masuk IPA, selain itu saya ingin serius mengikuti organisasi Web Design. Pengkaderisasian pun dimulai, anggota yang bertahan hingga masuk tahun kedua saya mengikuti organisasi itu hanya 4 orang untuk angkatan saya, dimana 3 orang adalah laki-laki dan yang perempuan hanya saya sendiri. Menarik, saya pun ditunjuk menjadi bendahara. Kemudian karena pada awal tahun kedua itu juga berbarengan dengan tahun ajaran baru, kamipun diharuskan untuk melakukan promosi ekskul kepada siswa-siswi baru. Dilakukan dengan pembukaan Stan bersama di halaman sekolah. Hasil yang dicapaipun Alhamdulillah, kalau tidak salah ingat waktu itu sebanyak 58 Siswa masuk menjadi bagian Ekskul kami. Hal ini merupakan awal yang baik, karena Exskul tersebut masih terbilang baru, ketika saya masuk itu masih generenasi ke dua, dan ketika kami promosi dan menjadi pengurus dengan 58 anggota baru itu kader ke 3.

Selama saya bersekolah disana hingga 3 tahun saya merasa menjadi bagian dari ekskul tersebut, meskipun sebelumnya ada sedikit paksaan. Sayang.

Tamat SMA saya melanjutkan ke Bangku Perkuliahan dan Alhamdulillah kembali masuk Universitas Negeri. Jurusan Ekonomi Islam mengambil konsentrasi Asuransi Syariah.

Pada saat awal masuk sama sekali saya tidak berniat untuk masuk organisasi. Yang ada dipikiran saya hanya tekun di bangku perkuliahan dengan belajar, memang dan itu terjadi diawal-awal, lalu ditahun ke dua saya tidak cukup tahan dengan keadaan itu, kemudian saya mencoba untuk mendaftar menjadi anggota salah satu Organisasi kampus yaitu Flat, yaitu organisai bahasa asing yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa dikampus. Tapi saya hanya mengikuti testnya saja, padahal saya lulus dan bisa menjadi Anggota, tetapi saya cancel. Entah saya menjadi tidak ada gairah kala itu.
Kemudian masuk Bem Jurusan dan mengikuti beberapa kegiatan. Singkat Cerita Beberpa pengalaman terpetik dari Bem Jurusan.
Tapi kemudian ada yang membuat saya menarik, ternyata di kampus itu ada organisasi Kajian Ekonomi Islam, tapi sayangnya dikonsetrasi kami organisasi tersebut kurang tersosialisasi, bahkan saya pribadipun tidak tahu kalau dalam organisasi itu ada pengurusnya, bahkan saya kira organisasi itu hanya sebatas kajian, ternyata lingkupnya sudah sampai tingkat nasional. Pada akhirnya karena kurang informasi saya terlewat mengikuti test untuk masuk kedalam tahap yang lebih tinggi. Menjadi yang terlewatkan.

Saya lalui masa kuliah saya dengan belajar dan lebih mencari pengalaman kerja diluar dan saya anggap itu menjadi hikmah tersendiri untuk saya.

Kemudian di akhir masa kuliah saya masuk ke dalam sebuah organisasi besar tapi belum sebagai anggota, tapi saya memetik banyak pengetahuan, bahwa pada akhirnya saya tahu banyak tentang organisasi yang dulu sempat terlewatkan. Subhanallah,

Dalam hati ada berjuta hikmah yang kini saya dapat ambil dan itu menjadi bukan setitik lagi seperti yang sebelumnya saya agumkan. Hikmah itu telah menjadi motivasi dan inspirasi bagi saya. Saya menjadi sadar bahwa Allah selalu menempatkan kita dan saya pada posisi yang tepat. Dalam hati saya selalu ada Organisasi, meskipun saya juga merasa tidak masuk terlalu dalam, tapi rasa organisasi dan menyatu itu ada. Canda tawa perjuangan juga kita rasakan, mungkin tidak sedalam yang lain. Tapi saya bersyukur karena tidak lagi hanya setitik yang saya rasa tapi telah berjuta.
 When Allah  touch you, Its The way to Love you.
ray.

2 komentar:

Bayudha mengatakan...

I'm feeling guilty if I let WD like that.

Riris Agustya mengatakan...

Yes, we also feeling like that.. Jika waktu dapat berulang..... :"(

 
Powered by Blogger