Bismillahirahmanirahim..
Alhamdulillah
bisa kembali ke Blog saya ini setelah sekian tahun saya lewatkan kesempatan
demi kesempatan yang lain yang Indah tidak lain adalah berkumpul bersama
keluarga kecil saya.
Alhamdulillah
lebih 8 tahun saya lewatkan untuk menulis padahal kisah-kisah Indah dan bahagia
banyak saya lewati, namun hati ini sulit sekali istiqomah dalam jalan kebaikan,
semoga Allah mengampuni saya.
Sebelumnya
alasan yang menguatkan saya untuk menulis kisah ini karena banyak teman-teman
yang bertanya bagaimana saya dan suami bertemu. Sebelumnya agar tidak salah
menafsirkan dalam membaca cerita saya ini adalah sungguh saya dan suami hanya
hamba yang masih terus belajar agar Allah SWT selalu memberikan taufik dan
rahmatNya, maka saya dan suami berusaha mencari RidhaNya dalam memulai niat
suci kala itu.
Pada awalnya
tahun 2015 saya merasa memiliki keinginan untuk menikah apalagi Ibunda
sudah merasa saya sudah pantas untuk memiliki seorang pendamping tapi apa daya
saya bukanlah seorang yang bisa dengan mudahnya menemui calon pujaan hati
danmasih belajar menjadi wanita sholehah karena hidup ini memang tempat
belajar. Kadang saya masih insecure terhadap teman-teman saya yang sholehah,
ngajinya bagus, apalah saya hanya punya semangat hijrah, namun tidak tahu
bagaimana itu harus dimulai.
Jalan
berliku dan jujur air mata mungkin menghiasi perjalan mencari jodoh ini,
sebenarnya Ibunda sampaikan sudah sejak 2013 beberapa bulan setelah Ayahanda
berpulang tapi saya merasa Allah belum memantabkan hati saya atau saya yang
memang belum berusaha mencari Ridha Allah, apalagi Ayahanda sudah tiada . Bagi
saya tidak adalagi yang bisa menjadi tolak ukur bagi saya untuk menentukan
jodoh bagi saya. Selain saat itu saya masih mengejar mimpi saya dalam berkarir,
Subhanallah :")
Akhir 2015
Allah memberikan kesempatan untuk saya, adik berserta Ibunda untuk berangkat
menjalankan Ibadah Umrah, Masya Allah saya sungguh merasakan puncak cinta ini
dari Allah Swt, hingga liku perjalanan mendapati seseorang yang Allah takdirkan
untuk saya kelak saya utarakan dengan sungguh saat menjalani Ibadah Umrah saat
itu. Berdoa di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram saya selipkan dalam setiap
kesempatan. Tetapi sepulang umrah Allah memberi saya ujian setelah keindahan,
dan saya bisa hanya berhusnuzon kepada Allah , pasti ada rahasia dibalik
rahasia yang telah Allah siapkan. Hingga awal maret 2016 saya hanya fokus
beribadah kepada Allah, pasrah dan Ridha atas segala kehendaknya serta harapan
saya saat itu hanya satu semoga saya bisa naik kelas. AMIN
Hari demi
hari saya lalui, muhasabah diri agar dosa yang ada semoga Allah kikiskan setiap
waktunya dengan kesabaran ini. Hingga suatu ketika tepatnya bulan Juli ada
sebuah pesan singkat lewat WA dari seorang Ukhti shalehah, namanya Mba Intan.
Kurang lebih isinya seperti ini," Assalamualaikum, Riris perkenalkan saya
Intan teman kerja mas Riyan, Saya diminta menjadi mediator untuk proses taaruf
antara Riris dan Mas Riyan, jika Riris bersedia nanti Riris bisa kirim email
untuk saya kirimkan format biodatanya." saya di depan layar handphone
hanya bisa tersenyum dengan hati yang 'Mak Jleb"
Beliau
mengirimkan pesan tersebut saat siang hari, namun saya baru membalas pada malam
hari yang saya jawab "Maaf ini temannya mas Riyan yang mana?( karena saya
memang agak asing dengan sebutan Mas, saya punya teman namun beliau biasa
dipanggil dengan sebutan Bang Riyan :P) Hingga kemudian akhirnya saya menyadari
Mas Riyan yang mana, :P. selanjutnya setelah merasa mantab saya bersedia
bertukar biodata melalui email Mba Intan tersebut.
singkatnya
tahap demi tahap saya lalui di selingi dengan sholat Istiqarah di setiap
tahapannya dan kami selalu didampingi dengan Mba Intan dan Suami beliau agar
bisa saling menjaga tahap demi tahap proses Taaruf ini, jadi jika di singkat
tahapan yang saya lalui dari awal hingga akhir adalah
Tukar
Biodata, Pelajari dan Istiqarah
Perkenalan
atau wawancara didampingi masing-masing mediator, Sholat Istiqarah
Jika pada
tahap ini sudah mantab dan tidak ada keraguan lanjut ke tahap Khitbah dimana
Ikhwan meminta izin kepada orang tua, bisa sendiri atau didampingi oleh pihak
laki-laki, namun di proses ini saya meminta kepada sang Ikwan untuk datang
sendiri dulu tanpa didampingi orang tua, selanjutnya ketika Ibunda
Alhamdulillah menyetujui diikuti dengan menangis karena seperti melihat sosok
Almarhum Ayahnda saya pada Mas Riyan, maka orang tua saya meminta untuk
segerakan.
Alhamdulillah
3 minggu kemudian tepatnya bulan september tanggal 18 Mas Riyan didampingi dengan
orang tua saya mengkhitbah saya secara resmi. Semua proses sangat dimudahkan
oleh Allah SWT, sesuai anjuran Rasul saya merahasiakan proses Khitbah hingga
penyebaran undangan pernikahan dan Alhamdulillah bulan Desember tanggal 2 tahun
2016 tepatnya hari Jumat bersamaan peringatan 212 di Bundaran HI, saya berserta
Suami menjalani Proses Akad Nikah di Musholah dekat rumah saya.
Masya Allah
Tabarakallah semoga ini sebagai pembuka Rahmat dan Hidayah bagi kami sekeluarga
dalam menapaki Ibadah yang suci ini menjadi keluarga yang sakinah Mawadah
Warahmah. Amin Ya Rabbal Alamin.