L i f e h e r e q u i t e f u n

Maher Bermusik untuk Berdakwah

Maher Zein nama yang tidak asing lagi dirana music Internasional. Penyanyi asal Libanon yang cukup lama tinggal di Amerika, bukanlah penyanyi Pop atau R&B biasa. Ia menyanyikan lagu bernuansa Islami dengan beberapa bahasa terutamanya dalam bahasa Inggris, namun juga, dalam bahasa Perancis, Arab, Urdu, Turki dan Melayu sehingga mudah diterima oleh pencinta music diberbagai belahan dunia.
Munculnya Maher Zain di dunia musik membawa angin segar, karena pada saat ini sangat jarang ditemukan penyanyi yang murni menjual keindahan syair sekaligus berdakwah mengenai aqidah dan akhlak. Kebanyakan penyanyi sekarang hanya membuka topik tentang percintaan dan kadang hanya menjual sensualitas semata yang hal tersebut berlwanan 180 derajat dari yang diperintahkan.

Dalam setiap lagu-lagunya Maher Zain berisi dengan ajakan untuk melakukan kebaikan dan yang paling utama adalah untuk mengingat Allah SWT. Misalnya saja dalam lagu Insya Allah, yang mendeskripsikan bahwa Allah Swt. selalu berada di sisi kita para hamba-Nya. Lagu Insha Allah dalam album Thank you Allah mendapat porsi tertinggi di hati pencita music Islami, dengan kalkulasi download terbanyak. Belum termasuk penjualan Album dibelahan dunia.
Semoga kehadiran Maher Zain di dunia musik internasional membawa kebaikan bagi seluruh umat dengan pesan-pesan yang disampakain melalui lagu-lagunya. Karena, mudah dimengerti dan tentu menarik hati para pencinta musik dengan lagu Islami.

Selangkah kaki di RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina)

Minggu, 20 maret 2011
Hari ini untuk yang ke sekian kalinya saya Riris Agustya, menginap si RSPP, bukan karena sakit atau apa, tapi menunggu salah seorang dari anggota keluarga saya.
Kali ini kakak saya yang harus di rawat karena terluka akibat kecelakaan.
Tetapi yang menarik di sini bukanlah mengenai cerita kakak saya yang kecelakaan, tetapi suasana kamar tempat kakak saya dirawat yang begitu 'skeptis'. entahlah apa kata itu tepat untuk menggambarkan suasananya.

Rumah sakit Pertamina merupakan, tempat publik yang sering saya kunjungi selain bintaro plaza. tetapi sayangnya kunjungan saya bukan sesuatu hal yang dapat dibanggakan,hanya kunjungan biasa sebagai seorang penunggu. namun, hal berbeda tentunya selalu terjadi dalam setiap kunjungan yang saya lakukan. seperti kali ini,..

kakak saya, yang dirawat di kamar kelas 3 RSPP papilion untuk laki-laki. di kamar ini terdiri dari 5 tempat tidur yang salah satunya masih kosong tidak ada pasiennya.
meskipun, kamar ini hanya di isi oleh 4 orang pasien yang salah satunya kakak saya, namun, 2 diantaranya menarik perhatian saya.
Entah siapa, nama pasiennya, saya tidak sempat melihat, bahkan tidak berkeiinginan untuk melihat, karena takut menimbulkan hal-hal menimmbulkan salah paham. pasien itu seorang kakek, yang sejak saya datang hanya tertidur tidak berdaya dangan banyak alat melekat ditubuhnya. seperti selang makan yang langsung di hubungkan ke lehernya, kantung air seni untuk pembuangan langsung, sepasang selang oksigen yang dilekatkan kehidungnya serta beberapa selang infus yang melekat di tangannya. yang terpikir di benak saya tentunya rasa kasihan, tapi terlepas rasa itu tulus atau tidak yang menjadi perhatian adalah mengapa tidak ada satupun keluarganya yang datang mengunjungi bahkan seharusnya menunggu dan merawatnya. apakah yang telah kakek itu lakukan sehingga tidak ada yang menjaganya, dimana letak kesalahannya? pada keluarganya atau pada diri kakek tersebut.
bagaimana ia di masa mudanya? sehingga di hari tuannya ia harus jalani dengan sulit seperti ini. itulah yang terpecik dibenak ketika melihatnya dan terdengar beberapa kali kakek itu batuk dan mengeluarkan napas yang begitu sulit yang hembusannya terpantul diantara liang selang pernapasan.

kemudian, ini untuk pasien yang juga menarik tangan saya untuk menuliskan tentangnya, kata kakak saya ia adalah seorang laki-laki berumur 35 tahun, dia bukan laki-laki 'biasa', dia memiliki hal yang pola pikirnya berbeda dengan orang-orang normal seusiannya. pasien ini seperti kakek itu, yang sejak saya datang juga tertidur pulas, bedanya pasien yang ini mengeluarkan suara orang saat tidur yang begitu keras. berkali-kali terdengar. namun, keadaannya lebih baik dari kakek yang tadi, karena perhatian dari keluarganya. ibunya menunggunya dan beberapa kali orang-orang yang salah satu dari mereka kakaknya mengunjunginya. ibunya sangat sabar menjaganya, mengantikan pampers, menyuapinya, serta membersihkan badannya, semuanya terengar di balik tirai yang membatasi tempat tidurnya dari tempat tidur kakak saya. kedua tangannya di ikat. namun kakinya tidak, karena kakinyalah yang menjadikan ia dirawat dirumah sakit ini. saat tadi ibu yang menungguinya menerima telepon dari salah seorang temannya, ia bilang "maaf bu, saya tidak bisa datang, saya sedang menunggu si 'nama pasien ini' karena sudah 2 minggu kakinya lemas." begitulah, sungguh realita seorang ibu dan anak laki-lakinya. saya juga sempat berfikir apa yang telah ilakukan ibunya sehingga seperti ini keadaanya.

Hanya perbuatan baik yang harus kita lakukan...


masih terselip kisah-kisah lain di RSPP ini, meskipun itu saat berjalan, naik lift,ataupun membeli makan ke kantin, namun pikiran ini perlu waktu untuk menganalisa kisah-kisah selangkah kehidupan, agar tidak hanya menjadi sebuah tulisan.
Barakallahulakum...

Kesempatan itu pasti ada!

Hari ini aku terhenyak karena mendapat panggilan magang dari sebuah perusahaan asuransi terkemuka yang pernah ku ajukan. Subhanallah.
Meskipun panggilan tersebut berakhir dengan tertundannya aku untuk tidak magang pada bulan ini, karena sisa liburku yang akan habis serta pihak perusahaan yang mengiginkan kerja fulltime sehingga magang tersebut cancel. Namun, hal tersebut tidak mempengaruhiku, karena dengan aku mendapatkan panggilan tersebut berarti kemampuanku layak untuk diperhitungkan di perusahaan tersebut. sehingga yang menjadi masalah hanyalah waktu.

Subhannallah, hal ini tentu membuka pintu ilmuku bahwa aku harus meningkatkan ilmu yang telahku miliki, terus menambah Quality Of Mind, be Behavior, and also charity.
Tak ada kata itu. kata itu tak boleh lagi di Ucapkan.

Yang boleh di ucapkan hanya . ALLAHUAKBAR!!!

An Nisa 29




QS. An Nisa 4:29








يٰأَيُّهَا الَّذينَ ءامَنوا لا تَأكُلوا أَموٰلَكُم بَينَكُم بِالبٰطِلِ إِلّا أَن تَكونَ




تِجٰرَةً عَن تَراضٍ مِنكُم ۚ وَلا تَقتُلوا أَنفُسَكُم ۚ إِنَّ اللَّهَ كانَ بِكُم رَحيمًا










"O ye who believe! Eat not up your property among yourselves in vanities:

But let there be amongst you Traffic and trade by mutual good-will:

Nor kill (or destroy) yourselves: for verily Allah hath been to you Most Merciful!"

IRAN

Orang iran memiliki kemampuan yang luar biasa dalam hal bahasa, biasanya seseorang dapat mengusai minimal 4 bahasa dunia seperti, persia yang merupakan bahasa ibu,serta 3 bahasa lain seperti turki, jerman, dan inggris. sungguh tak heran mengapa negara barat sangat inggin memporak porandakan bangsa tersebut.

PAKISTAN

Berasal dari keturunan apakah orang pakistan?
seperti kebanyakan yang saya lihat dari wajah orang pakistan, ada yang putih, dan ada juga yang hitam.
namun perbedaan itu terasa sangat mencolok apalagi jika dilihat dari segi pendidikannya. They education so different to each other, then what the dicipline of law they use? as far as i know they using sharia law, but anybody who i know didn't really understanding about it. apakah mereka pura-pura tidak mengerti, atau memang sungguh tidak mengerti. Meskipun, banyak dari orang kasta atas pakistan yang berpendidikan tinggi bahkan hingga ke luar negeri tetapi negara mereka masih tertinggal jauh dari negara lain di wilayah Asia selatan. Entah apa yang terjadi sebenarnya, karena sesungguhnya saya tidak mau tahu. because Indonesia is my love country. modernisasi juga mulai terasa, namun kembali lagi hal itu tidak dirasakan oleh semua kalangan bawah. Biar pengetahuan yang menjawab.

JEPANG (Janganlah Sekedar Buka Toko) Dikutip Kompas, Klasika Rabu, 28 April 2010 (From Riris Note On Facebook)

JEPANG (Janganlah Sekedar Buka Toko) Dikutip Kompas, Klasika Rabu, 28 April 2010

by Riris Agustya on Saturday, 01 May 2010 at 21:28
...Negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia setelah Amerika Serikat ini pun tidak pernah berkampanye seperti Indonesia untuk menanam semiliyar pohon. Tidak juga bicara tentang larangan tebang pohon, enggan bicara tentang timbal. Akan tetapi ia membahas hal-hal yang lebih bernilai, bahwa tidak menebang pohon, tidak membuang sampah sembarangan, tidak meludah dan dahak suka-suka, tidak corat-coret dinding dan sebagainya adalah bagian dari peradaban dan gaya hidup. Bagi Orang-orang jepang, Seseorang akan merasa ternista jika disebut tidak beradab. ...

 
Powered by Blogger