L i f e h e r e q u i t e f u n

Dua In New Year Hijriyah

Allah swt. yang terkasih, rahmatilah selalu hidup ini, hiasi dengan kedamaian dalam hati ini, sisipkan lah kebaikan dalam kata-kata ini, balutlah tubuhku ini dengan kelembutan hidayahmu.

Allah swt yang terkasih, aku merindunya, . saat detingan cinta ini datang, biarlah yang terkasihmu yang mendengarnya dariku, sampaikanlah salam hati ini darimu yang kasihnya abadi.

Allah swt. yang kucinta, inginku tak hanya satu , dan tak ternyana kau sungguh lebih tahu apa inginku,
Allah swt yang ku sayangi, peluk aku ketika kumenangis sendiri dalam hati, rangkul aku, bimbing dan lindungilah diriku selalu, dalam lembayu kasih dan sayangmu,,, selalu..


Beachs Around Indonesia

Sunset in Akarena Beach, Makasar, Sulawesi Selatan. Its the last beach i ever gone when i work for one event there. So beatifull beach, and only 45 minute from The city.


Take From Silver Quick Boat, at Nusa Penida Beach, another Bali Island. Indonesia. 2011

Nusa Penida Island, Bali, Indonesia. Actually, Indonesia are so many precious beach. In Sount sumatra , Lampung are pasir putih. I went there at 2007.
Pacitan, my  city happiness are teleng ria, and the second for comfort for international turis is Serau Beach.

Out side Jakrta but not so far are Anyer Beach, Tanjung Lesung Beach. Which one you want to go? Alhamdulillah, to be Indonesian.

When Allah touch you, Its The way to Love you

Semenjak Sekolah Menengah Pertama dulu diri saya memang tidak terlepaskan dengan yang namanya organisasi, tapi misi dulu beda yang jujur 50 % karena melihat organisasi tersebut bergengsi dan sisanya baru murni dalam hati. Ketika SMP organisasi yang cukup bergengsi di sekolah adalah PMR dan Paskibraka, tapi karena saya tidak terlalu suka panas-panasan kala itu, oleh karenanya saya memilih ikut PMR, tapi setelah masuk saya yang memiliki sikap idealis yang cukup tinggi kala itu cukup gerah ketika baru masuk sudah harus beli perlengkapan PMR yang cukup banyak, seperti jas lab, masker, slayer , name tag, dll. Akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri, dan free off organisasi hingga tamat SMP dan lebih serius untuk belajar agar bisa masuk SMA negeri.

Tamat SMP seperti rencana saya sebelumnya saya masuk SMA Negeri dan Alhamdulillah lolos test saatt itu. Awal tahun pertama saya sekolah gairah untuk organisasi saya kembali memuncak pada saat Panitia ABA SMA sesaat setelah OSPEK mengumumkan pembukaan pendaftaan untuk jadi Anggota OSIS, sayapun mendaftar dengan mengajukan surat lamaran, karena memang untuk masuk OSIS di sekolah saya saat itu bukan persoalan yang mudah. Selain harus melalui beberapa tahapan test seleksi juga harus melakukan beberapa Interview salah satunya dengan Pembina OSIS.

Beberapa tahap test kemudian kami lalui, dan 2 Minggu kemudian hasilnya di umumkan melalui mading sekolah dan beberapa selembaran pengumuman yang disediakan di Sekolah. Dalam kolom anggota OSIS yang baru tercantum nama Saya. Alhamdulillah nama saya lolos. :) Beberapa kegiatan saya lalui selama menjadi OSIS, saat itu saya masuk pada Departement Koprasi dan Kewirausahaan sebagai anggota. Beberapa kegiatan saya lalui diantranya menjadi Panitia ABA, tapi saya bukan memimpin anak baru disekolah saya tetapi disekolah lain yang baru membuka tahun ajaran baru. Ini pertama kalinya saya memimpin ABA dan harus disekolah lain. Tapi ini menjadi tantangan tersendiri buat saya, dan beberapa teman saya yang ikut menjadi perwakilan dalam kegitan ABA itu. Setiap kelas dipimpin oleh satu orang pendamping sedangkan disekolah saya bisa 2 orang, padahal jumlahnya lebih banyak disekolah baru tersebut. There were be my precious moment and  Just got it.

Ketika saya menjadi Osis saat itu saya juga mengikuti salah satu Organisasi Extrakulikuler yaitu WEBDesign School of SMA dimana organisasi tersebut merangkul anak-anak yang berkeinginan untuk menjadi atau sekadar ingin mempelajari bagaimana Fasilitas Internet itu berjalan dengan dukungan orang-orang yang membangun Rumah dalam Internet , itu istilah saya tapi orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan Web. :)
Sungguh menyenangkan menjadi bagian dari Organisasi tersebut, apalagi dibina oleh Pembina yang luar biasa, yaitu Guru Komputer kami sendiri yang pernah kuliah di Jerman, Beliau sejujurnya telah menjadi Inspirasi untuk saya pribadi meskipun orangnya sedikit dingin kadang ,, :D Tapi begitu mandiri dan memberikan motivasi dan inspirasi yang bermakna. Salah satu pesan yang selalu saya ingat adalah "Senioritas di sini bukan dilihat dari kelas berapa kamu, tapi dari sejauh mana Ilmu yang kamu miliki" (qUNCEN Quote 2007).
Hal itu menjadi aguman anggota Eskul kami sehari-hari , karena kala itu siapa yang tidak tahu bahwa di SMA identik dengan senioritas.

Kembali ke OSIS, selama satu tahun saya mengikuti OSIS, saya rasa itu cukup selain saya sudah mulai penjurusan dan masuk IPA, selain itu saya ingin serius mengikuti organisasi Web Design. Pengkaderisasian pun dimulai, anggota yang bertahan hingga masuk tahun kedua saya mengikuti organisasi itu hanya 4 orang untuk angkatan saya, dimana 3 orang adalah laki-laki dan yang perempuan hanya saya sendiri. Menarik, saya pun ditunjuk menjadi bendahara. Kemudian karena pada awal tahun kedua itu juga berbarengan dengan tahun ajaran baru, kamipun diharuskan untuk melakukan promosi ekskul kepada siswa-siswi baru. Dilakukan dengan pembukaan Stan bersama di halaman sekolah. Hasil yang dicapaipun Alhamdulillah, kalau tidak salah ingat waktu itu sebanyak 58 Siswa masuk menjadi bagian Ekskul kami. Hal ini merupakan awal yang baik, karena Exskul tersebut masih terbilang baru, ketika saya masuk itu masih generenasi ke dua, dan ketika kami promosi dan menjadi pengurus dengan 58 anggota baru itu kader ke 3.

Selama saya bersekolah disana hingga 3 tahun saya merasa menjadi bagian dari ekskul tersebut, meskipun sebelumnya ada sedikit paksaan. Sayang.

Tamat SMA saya melanjutkan ke Bangku Perkuliahan dan Alhamdulillah kembali masuk Universitas Negeri. Jurusan Ekonomi Islam mengambil konsentrasi Asuransi Syariah.

Pada saat awal masuk sama sekali saya tidak berniat untuk masuk organisasi. Yang ada dipikiran saya hanya tekun di bangku perkuliahan dengan belajar, memang dan itu terjadi diawal-awal, lalu ditahun ke dua saya tidak cukup tahan dengan keadaan itu, kemudian saya mencoba untuk mendaftar menjadi anggota salah satu Organisasi kampus yaitu Flat, yaitu organisai bahasa asing yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa dikampus. Tapi saya hanya mengikuti testnya saja, padahal saya lulus dan bisa menjadi Anggota, tetapi saya cancel. Entah saya menjadi tidak ada gairah kala itu.
Kemudian masuk Bem Jurusan dan mengikuti beberapa kegiatan. Singkat Cerita Beberpa pengalaman terpetik dari Bem Jurusan.
Tapi kemudian ada yang membuat saya menarik, ternyata di kampus itu ada organisasi Kajian Ekonomi Islam, tapi sayangnya dikonsetrasi kami organisasi tersebut kurang tersosialisasi, bahkan saya pribadipun tidak tahu kalau dalam organisasi itu ada pengurusnya, bahkan saya kira organisasi itu hanya sebatas kajian, ternyata lingkupnya sudah sampai tingkat nasional. Pada akhirnya karena kurang informasi saya terlewat mengikuti test untuk masuk kedalam tahap yang lebih tinggi. Menjadi yang terlewatkan.

Saya lalui masa kuliah saya dengan belajar dan lebih mencari pengalaman kerja diluar dan saya anggap itu menjadi hikmah tersendiri untuk saya.

Kemudian di akhir masa kuliah saya masuk ke dalam sebuah organisasi besar tapi belum sebagai anggota, tapi saya memetik banyak pengetahuan, bahwa pada akhirnya saya tahu banyak tentang organisasi yang dulu sempat terlewatkan. Subhanallah,

Dalam hati ada berjuta hikmah yang kini saya dapat ambil dan itu menjadi bukan setitik lagi seperti yang sebelumnya saya agumkan. Hikmah itu telah menjadi motivasi dan inspirasi bagi saya. Saya menjadi sadar bahwa Allah selalu menempatkan kita dan saya pada posisi yang tepat. Dalam hati saya selalu ada Organisasi, meskipun saya juga merasa tidak masuk terlalu dalam, tapi rasa organisasi dan menyatu itu ada. Canda tawa perjuangan juga kita rasakan, mungkin tidak sedalam yang lain. Tapi saya bersyukur karena tidak lagi hanya setitik yang saya rasa tapi telah berjuta.
 When Allah  touch you, Its The way to Love you.
ray.

Life by Excelent or Excelent for life

Pintar itu menurut saya sesuatu tingkatan yang telah dicapai karena seseorang telah berusaha pada jalan tertentu untuk menjadi pintar. Tapi jangan salah ternyata kini banyak orang yang telah menjadi pintar bukan seperti orang-orang pintar yang diharapkan oleh kebanyakan orang. Orang pintar kini banyak, multy kind.
Lalu, pintar yang seperti apakah anda? Pikirkan bagi anda dan bagi orang lain?

Step 1:Around the world (Passport)

Al
Memiliki keinginan untuk ke luar negeri, kuliah, kerja dan tinggal disana merupakan My dream should be come true. titik. Insya Allah
In order too, i should to make it real. :)
Hari kamis kemarin, tanggal 31 Agustus 2012 saya akhirnya membuat passport dikantor migrasi wilayah 1 khusus jakarta selatan, karena saya pribadi berdomisili diwilayah perbatasan Jakarta-Tanggerang Selatan.  Bersama motor Honda Fit X yang kini saya telah beri nama Mario, hehe. Allah berfirman : Bahwa ia tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kita tidak mau merubahnya sendiri. :) Jadi, selangkah demi selangkah saya coba jalankan itu, meski baru buat passport aja, hehe saya mencoba untuk menikmati semua itu, :) Selama perjalanan dari bintaro-santa semua berjalan lancar, namun ketika ingin memasuki wilayah warung buncit, ternyata saya baru tahu jika pada jam tertentu (jam keberangkatan kerja) jalanan untuk menuju wilayah warung buncit tepatnya diperempatan ditutup, dan semua jalur diarahkan ke arah kuningan dan kalibata, waduch saya sebagai pengendara motor awam yang tidak tahu jalan semut akhirnya, bertanya kepada salah seorang Bapak-bapak pengendara motor dipinggiran jalan "Bapak saya mau bertanya jalan menuju warung buncit lewat mana ya?" Bapak "Oh, mbak seharusnya berbelok tadi?"   Saya "Iya sudah tapi jalanannya ternyata ditutup", Bapak "Oh ya udah, mbak berbalik arah dulu belok kiri, lalu ke kanan, nanti ke kiri lagi." Saya , "Oh baik Pak, terima kasih (Sesungguhnya dalam hati saya benar-benar tidak mengerti , huhu,)" Tapi saya coba mengikuti insting saya saja, saya berbelok arah ke arah gatot subroto dan disamping gedung pertama setelah persimpangan saya berbelok kiri,, Finally, saya mencoba jalan semut :(

Tapi.. saya ternyata saya terhenti di jalan buntu, dan hasrat saya untuk melanjutkan perjalanan belum penuh. saya mencoba kembali ke jalan sebelumnya, eh tapi ternyata saya bukan keluar di tempat sebelumnya saya masuk, tapi justru saya keluar dipersimpangan jalan santa, waduhh, kenapa saya kembali kejalan ini ... dan saya terpaksa mengulang kembali jalan dan saya memilih berbalik arah pulang,  tapi saya tidak langsung pulang dan mencoba melewati jalan kemang  karena saya pikir jalan warung bucit raya tempat dimana kantor migrasi itu berada berada disisi lain dari kemang.
Sepanjang jalan kemang-prapanca saya terus berjalan , saya akan berhenti ketika insting saya memerintahkan untuk berhenti , saya melihat orang disisi kanan saya dan kemudian berhenti sesaat dan bertanya "Mbak, kalau jalan menuju warung buncit kemana ya?" Mbak tersebut menajawab "Oh ini mbak nanti tinggal belok kiri lurus aja, nanti sampai keluar2 jalan warung buncit (Sambil tersenyum)" .
Alhamdulillah ternyata insting saya kini tepat, hehe...

Saya mengikuti petunjuk Mbak yang tadi dan sampai juga di Kantor Migrasi 1 Wilayah Khusus Jakarta Selatan. Saya langsung memarkirkan Mario saya, keep here ya :).
Kemudian saya masuk ,, Komentar pertama saya adalah, So many Bule (Foreigner) here :P. Saya membaca petunjuk untuk WNI dilantai 2, saya masuk ke lift dibelakang saya ikut seoraang wanita muda sepertinya dari India atau Pakistan dengan tinggi sekitar 155  masuk berbarengan dengan saya. Mbak tersebut kemudia bilang sesuatu "Disini wangi-wangi ya..." (dengan bahasa indonesia yang terbata-bata) Saya bilang "Oh iya mbak, Here Indonesia are so many parfume here, look at that (saya menunjuk ke arah pengarum ruangan yang berada disisi lain lift saya berdiri)" Mbak tersebut "Oh ya, ya,, Thats good ya :)" . Kemudian rasa curious saya muncul , saya bertanya kepada mbak tersebut dengan bahasa Indonesia "Mbake, dari mana? (Dalam hati ngetest dia ngerti ga dan ternyata dia mengerti :P)" kemudian menjawab "Saya dari spanyol ::)" ..

Ohhhh, haha, saya pikir dia itu orang India atau orang pakistan, ternyata dari spanyol "Gracias", untung dia jawab bukan dari tegal, hhoho. nanti tambah kaget saya :D
Tiba saya di loket pembuatan passport, dalam proses yang jelas cukup lama, meskipun sebelumnya saya telah mendaftar via online di internet, ternyata tetap harus mengantri ketika pembayaran dan pengambilan photo, dan mengatrinya tidak sebentar, huhu, sekitar 4 Jam-an bayangkan saj.... huft :P

Berikut Proses Pembuatan Passport yang saya lakukan:
1. Saya mendaftar via internet di Website Resmi BERIKUT PETUNJUKNYA pass.imigrasi.go.id
2. Kemudian ke kantor Imigrasi sesuai dengan wilayah domisili anda dan mengumpulkan berkas yang terdiri dari asli dan photocopy, seperti kk, ijasah dan ktp ditempat pendaftaran via online (Hanya disini perbedaannya kita tidak mengantri).
3. Mengambil nomor untuk melakukan pembayaran dan photo.
4. Apabila nomor telah dipanggil bisa melakukan pembayaran dan melakukan  photo di masing-masing tempat yang telah disediakan.
5.Tahap terakhir adalah wawancara dan penandatangan passport, (Dalam proses ini saya tidak diwawancara dan  hanya ditanyakan tanggal lahir, dan tidak ditanya yang lain-lain, hehe.. mungkin  Mereka sudah bisa membaca pikiran saya ya, dan percaya akan kemampuan saya untuk arround the world dan berkeinginan sekali untuk Study, Work, Live there... Amin, Insya Allah. :" ) Allah always gives the best choice for us. Amin ya Rabbal Alamin..
5. Setelah semua proses itu dilewati, kita tinggal menunggu 4 hari kerja untuk mengambil passport yang telah kita buat tadi.
Tips: Simpan bukti pembayaran untuk pengambilan,
Jika tidak ingin mengantri, usahkan datang pagi untuk mengambil nomor lebih awal.
Good luck for around the world. :)))
Alhadmulillah 4 hari kemudian udah jadi :)to be continue

Ketika Saya Berdiri

Saya tidak merasa tahu semua yang ada disekitar saya, saya juga tidak merasa mampu menjalankan semuannya sendiri.  Tetapi saya bisa melakukan yang orang lain tidak bisa, dan mengatasi ketika mereka tidak ada. Menjalankan sendiri dan mengisi semuanya dengan benar, karena menjalankan dengan nama mereka.

Rajulun Shaleh



Lelaki yang kehadirannya senantiasa dirindukan oleh Surga

· Khusyu' dalam sholatnya
· Menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna
· Menjaga farajnya (kemaluannya), kecuali pada istrinya
· Ahli shaum dan selalu menunaikan zakat
· Senantiasa menundukkan pandangan
· Bersih aqidahnya, sehat rohaninya
· Benar dalam ibadahnya
· Jiwanya senantiasa bersunguh-sungguh
· Mampu berusaha mencari nafkah
· Bermanfaat bagi orang lain
· Senantiasa siap menolong
· Selalu yakin dalam setiap tindakannya
· Berpikir positif dan membangun
· Rendah hati (tawadhu)
· Selalu menghindari perkara yang samar-samar (syubhat)
· Pemaaf dan lapang dada
· Bersikap keras dan tegas terhadap kekafiran
· Efisien dalam memanfaatkan waktu
· Istiqomah dalam kebenaran

 
Powered by Blogger