Lifes
Lifes is divine on him. No matter day could be the one you need. It is very precious for each other to goes to fallah who understanding about it.
Fun Day
Part of Our Life. Three dozen rose could not make happy for you, if noothing smile on your face.
KESEDIHAN YANG HANYA SEUJUNG KUKU DIBANDING NIKMAT ALLAH YANG SELUAS SAMUDRA
DASYATNYA CURHAT KEPADA ALLAH
2025 ini menjadi tahun yang menjadi pembelajaran berharga, bahwa apa yang kita tanam tidak akan selalu dipetik dari tanaman yang sama.
Kebaikan yang kita tabur jangan pernah diharapkan dari orang yang sama bahkan selaksa air susu dibalas air tuba.
2025 cobaan awal tahun menjadi pembersih jiwa. Allah tergantung persangkaan hambanya. Masya Allah Tabarakallah. Saya dan Suami hanya jeda 1 bulan memilih untuk ikut phk dari perusahaan masing masing dan ternyata memang Allah paksa untuk hijrah untuk mendapatkan yang lebih baik.
Kejutan Allah langsung hadirkan saya mengandung anak ke 3 dan selang berapa bulan kemudian Alhamdulillah suami mendapat pekerjaan ditempat yang saya dulu impikan. Masya Allah didapatkan lewat suami.
Dalam proses itu semua memang harus melewati hal hal yang menyakitkan, maaf hati ini yang belum lapang atas perkataan manusia apalagi datangnya dari keluarga sendiri disaat posisi kita benar benar membutuhkan pertolongan. Namun, kebenaran pasti akan menemukan jalannya sendiri dan benar kemenangan akan diperoleh bagi hamba yang sabar. Hal ini menjadi tamparan bagi saya pribadi bahwa selama ini saya terlalu berharap sama manusia dan mencintai atau menyayangi keluarga kandung terlewat logika. Padahal saat ini saya sudah mempunya keluarga inti sendiri. Hingga lupa dan melangkahi fitrah saya sebagai manusia dan seorang istri.
Ketika merasakan sakit atas perkataan manusia selalu merasa bahwa saya mampu melewati itu semua sendiri dan membalas apa yang mereka katakan seolah kuat hingga kesombongan itu merajai hati ini dan membuat sejatuh jatuhnya. Dari hal tersebut rahmat Allah datang, bahwa hanya kepada Allah Swt. Sebenar benarnya tempat bergantung.
Curhat kepada manusia memang terkadang membuat hati kita sedikit lega, padahal kelegaan itu hanyalah bersifat sementara yang pada akhirnya malah menimbulkan masalah masalah baru yang menambah rumit inti masalahnya.
Sedangkan curhat kepada Allah Swt. Adalah jawaban sebenarnya dari setiap persoalan hidup kita. Satu kalimat "Allah hanya ingin kita dekat dan bergantung seutuhnya kepadaNya."
Mungkin terlalu telat saya menyadari hal itu. Apalagi diusia yang tidak muda lagi dan seorang Ibu yang Insya Allah dari 3 orang anak.
Tapi Rahmat Allah hanya Allah yang tahu kepada siapa yang berhak menerima.
Tersisip dikalbu dalam akhir cerita..
Allah beri rasa sakit dihati Mu dari manusia, karena Allah ingin dirimu meminta kesembuhan hati hanya kepadaNya.
Allah beri tangis dan kesedihan di wajahmu karena Allah ingin kamu tahu bahwa hanya Allah yang hanya dapat menghapus kesedihanmu dan sebaik-baiknya tempat sandaran.
Allah beri engkau konflik kepada sesama manusia, Allah hanya ingin kamu curhat hanya kepada Allah sang Maha segalanya untuk memperoleh keadilan..
Mizaris ~ HambaMu yang lemah..
MENCARI CINTA SEJATI Happy Ending
Ini soal kisah Fatmah wanita yang lahir di ujung samudra yang jauh dan mencoba berlayar mencari Cinta Sejati.
Duhai jiwa yang tenang, pada suatu ketika Fatmah merasa gusar, ia mencintai seseorang yang iya yakini belum dapat ia miliki, karena ia pernah terluka sehingga ia terlalu berhati-hati dalam menyatakan perasaanya. Hingga pada suatu ketika ia kehilangan kesempatan karena Alyan sudah meminang Asra, anak seorang saudagar yang terpaksa ia nikahi karena ingin melindunginya.
Singkatnya tak beberapa lama kemudian Fatmah berusaha untuk melupakan Alyan pria satu-satunya yang ia cintai pada pandangan pertama namun terlewatkan begitu saja bahkan belum sempat berjuang untuk menyatakan perasaanya. Fatmah larut dalam pencarian yang sulit, ia seperti kapal berlayar tanpa nahkoda tak punya kendali kemana harus berlabuh, sedikit petunjukpun tidak ada. Ia hanya mengikuti kata hati dan meyakini bahwa Cinta Sejati yang baik akan tercermin pada hati yang baik pula, begitupun sebaliknya.
Hingga pada suatu ketika Fatmah berencana untuk melakukan perjalanan panjang untuk mencari cinta sejati dan kemudian sebelum rencana itu terlaksana ia dipertemukan dengan seorang mengaku dirinya ksatria , bahkan dengan mudahnya meleleh dan berjanji akan menikahinya selepas ia pulang. Tiba saatnya fatmah pergi untuk melakukan perjalanan panjang , namun dengan hati yang tertinggal. Untuk meneguhkan hatinya selama dalam perjalanan ia berdoa dan memohon petunjuk Allah, apakah orang yang Allah pertemukan sebelum perjalanan panjangnya adalah labuhan hatinya. Hingga pada suatu ketika ia mendapat tamparan besar bahwa laki-laki tersebut bukanlah seorang kstaria sesungguhnya, melainkan hanya seorang perompak yang liar. Hingga ia menghepaskan pengharapannya kembali sebelum terlalu jauh, namun pada akhirnya Fatmah kembali terluka dan kembali menemukan kekosongan dalam dirinya.
Hingga suatu waktu fatmah bertemu dengan seorang yang ia bersikap acuh tak acuh diantara keduanya yang bernama satya, Satya adalah seorang nahkoda yang bersikap dingin namun dalam hati yang terdalam ia menyimpan hati yang seperti mutiara berkilau hanya kepada yang halal baginnya. Beberapa kali kesempatan itu muncul dan mulai mengikat pada suatu ikatan yang suci dalam mistaqan ghalizah. Meskipun cinta belum sepenuhnya dimiliki oleh fatmah namun ia merasa yakin bahwa ini lah pelabuhan yang ia butuhkan bukan yang ia inginkan.
Perjalanan kehidupan cinta keduanya Fatmah dan Satya dimulai dengan tidak mudah, " Apakah mereka akan dibiarkan begitu saja mengakui keimanan tersebut tanpa diuji terlebih dahulu?" Hingga akhirnya Fatma diuji kesetiannya, ia bertemu dengan Alyan yang lama ia tunggu. Banyak hal yang ia ceritakan kepada Alyan selama sepeninggalnya Alyan berlayar, namun singkat cerita Allah tunjukan bahwa Alyan bukanlah yang selama ini iya tunggu dan butuhkan, Alyan bukanlah sosok yang ia bayangkan selama ini, ia bisa berubah begitu menakutkan, sehingga Fatmah merasa ini merupakan petunjuk dari Allah bahwa sesungguhnya hanya Satya lah yang patut ia pertahankan. Karena sebagai wanita kita tidak cukup hanya mencintai namun di Cintai.
Setelah pertemuan Fatmah dengan Alyan, tabir semakin terbuka, hingga akhirnya Satyalah yang selama ini patut iya pertahankan dan Cintai, Satya begitu memuliakan Fatmah dengan Mahar yang mulia. Meminangnya dengan cara yang mulia dan tidak menghinakan dikala ia dalam iman yang lemah.
Satya begitu besar cintanya kepada Fatmah hingga ia ternyata menunggu Fatmah berlayar dan menjadikan ia pelabuhan terakhir. Satya mencintai Fatmah dalam keadaan kapalnya yang sempat karam dan membuatnya kembali berlayar untuk mencari cinta sejatinya yang ternyata ia adalah Satya.
Hingga Fatmah menyadarinya bahwa betapa beruntungnya Fatmah memiliki Satya.
Masya Allah Tabarakallah..
Cinta sejati itu telah bertemu dengan cara yang paling Mulia dan Naungan Ridha dan keberkahan dari Allah SWT.
(Cerita ini adalah fiktif belaka, jika ada kesamaan tokoh adalah kebetulan belaka)
PROSES AKAD RUMAH SUBSIDI (RUMAH BERKAH)
Alhamdulillah tahun 2017 dapat memiliki rumah dengan proses yang cukup panjang, mengambil KPR dengan kerjasama Bank BTN Syariah semoga Berkah dan kelak menjadi hunian yang baik bersama untuk keluarga kecil kami dan berikut foto-fotonya.
Persembahan Cinta untuk Ayahanda
Dan semua yang dicinta pasti akan kembali kepada-Nya..
Ayahanda kami mencintaimu, pengorbanan dan air mata yang engkau berikan tak ternyana kini telah usai
Dan meninggalkan keharmonisan dalam bingkai kehidupan yang tak lekang oleh waktu dan tak jua akan hilang oleh kehidupan ini..
Ayahanda, meski tangis dan pilu menyeruak dalam hati, engkau tetap tersenyum..
Karena engkau telah meninggalkan cinta kasih, kebaikan yg tak hanya milik kami tapi jg mereka yang engkau cintai..
Ayahanda rayuan yang kami berikan untuk memilikimu kepada Yang Maha Pemilik tak jua bisa merayu-Nya..
Allah SWT. Yang ternyana memiliki cinta kasih yang abadi untukmu, Ayahanda..
Persembahan cinta untuk Ayahanda,
3 Juli 2013 dalam harmonisasi abadi darimu..
MENJALANI PROSES TA'ARUF YANG SYARAT MAKNA
Bismillahirahmanirahim..
Alhamdulillah bisa kembali ke Blog saya ini setelah sekian tahun saya lewatkan kesempatan demi kesempatan yang lain yang Indah tidak lain adalah berkumpul bersama keluarga kecil saya.
Alhamdulillah lebih 8 tahun saya lewatkan untuk menulis padahal kisah-kisah Indah dan bahagia banyak saya lewati, namun hati ini sulit sekali istiqomah dalam jalan kebaikan, semoga Allah mengampuni saya.
Sebelumnya alasan yang menguatkan saya untuk menulis kisah ini karena banyak teman-teman yang bertanya bagaimana saya dan suami bertemu. Sebelumnya agar tidak salah menafsirkan dalam membaca cerita saya ini adalah sungguh saya dan suami hanya hamba yang masih terus belajar agar Allah SWT selalu memberikan taufik dan rahmatNya, maka saya dan suami berusaha mencari RidhaNya dalam memulai niat suci kala itu.
Pada awalnya tahun 2015 saya merasa memiliki keinginan untuk menikah apalagi Ibunda sudah merasa saya sudah pantas untuk memiliki seorang pendamping tapi apa daya saya bukanlah seorang yang bisa dengan mudahnya menemui calon pujaan hati danmasih belajar menjadi wanita sholehah karena hidup ini memang tempat belajar. Kadang saya masih insecure terhadap teman-teman saya yang sholehah, ngajinya bagus, apalah saya hanya punya semangat hijrah, namun tidak tahu bagaimana itu harus dimulai.
Jalan berliku dan jujur air mata mungkin menghiasi perjalan mencari jodoh ini, sebenarnya Ibunda sampaikan sudah sejak 2013 beberapa bulan setelah Ayahanda berpulang tapi saya merasa Allah belum memantabkan hati saya atau saya yang memang belum berusaha mencari Ridha Allah, apalagi Ayahanda sudah tiada . Bagi saya tidak adalagi yang bisa menjadi tolak ukur bagi saya untuk menentukan jodoh bagi saya. Selain saat itu saya masih mengejar mimpi saya dalam berkarir, Subhanallah :")
Akhir 2015 Allah memberikan kesempatan untuk saya, adik berserta Ibunda untuk berangkat menjalankan Ibadah Umrah, Masya Allah saya sungguh merasakan puncak cinta ini dari Allah Swt, hingga liku perjalanan mendapati seseorang yang Allah takdirkan untuk saya kelak saya utarakan dengan sungguh saat menjalani Ibadah Umrah saat itu. Berdoa di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram saya selipkan dalam setiap kesempatan. Tetapi sepulang umrah Allah memberi saya ujian setelah keindahan, dan saya bisa hanya berhusnuzon kepada Allah , pasti ada rahasia dibalik rahasia yang telah Allah siapkan. Hingga awal maret 2016 saya hanya fokus beribadah kepada Allah, pasrah dan Ridha atas segala kehendaknya serta harapan saya saat itu hanya satu semoga saya bisa naik kelas. AMIN
Hari demi hari saya lalui, muhasabah diri agar dosa yang ada semoga Allah kikiskan setiap waktunya dengan kesabaran ini. Hingga suatu ketika tepatnya bulan Juli ada sebuah pesan singkat lewat WA dari seorang Ukhti shalehah, namanya Mba Intan. Kurang lebih isinya seperti ini," Assalamualaikum, Riris perkenalkan saya Intan teman kerja mas Riyan, Saya diminta menjadi mediator untuk proses taaruf antara Riris dan Mas Riyan, jika Riris bersedia nanti Riris bisa kirim email untuk saya kirimkan format biodatanya." saya di depan layar handphone hanya bisa tersenyum dengan hati yang 'Mak Jleb"
Beliau mengirimkan pesan tersebut saat siang hari, namun saya baru membalas pada malam hari yang saya jawab "Maaf ini temannya mas Riyan yang mana?( karena saya memang agak asing dengan sebutan Mas, saya punya teman namun beliau biasa dipanggil dengan sebutan Bang Riyan :P) Hingga kemudian akhirnya saya menyadari Mas Riyan yang mana, :P. selanjutnya setelah merasa mantab saya bersedia bertukar biodata melalui email Mba Intan tersebut.
singkatnya tahap demi tahap saya lalui di selingi dengan sholat Istiqarah di setiap tahapannya dan kami selalu didampingi dengan Mba Intan dan Suami beliau agar bisa saling menjaga tahap demi tahap proses Taaruf ini, jadi jika di singkat tahapan yang saya lalui dari awal hingga akhir adalah
Tukar Biodata, Pelajari dan Istiqarah
Perkenalan atau wawancara didampingi masing-masing mediator, Sholat Istiqarah
Jika pada tahap ini sudah mantab dan tidak ada keraguan lanjut ke tahap Khitbah dimana Ikhwan meminta izin kepada orang tua, bisa sendiri atau didampingi oleh pihak laki-laki, namun di proses ini saya meminta kepada sang Ikwan untuk datang sendiri dulu tanpa didampingi orang tua, selanjutnya ketika Ibunda Alhamdulillah menyetujui diikuti dengan menangis karena seperti melihat sosok Almarhum Ayahnda saya pada Mas Riyan, maka orang tua saya meminta untuk segerakan.
Alhamdulillah 3 minggu kemudian tepatnya bulan september tanggal 18 Mas Riyan didampingi dengan orang tua saya mengkhitbah saya secara resmi. Semua proses sangat dimudahkan oleh Allah SWT, sesuai anjuran Rasul saya merahasiakan proses Khitbah hingga penyebaran undangan pernikahan dan Alhamdulillah bulan Desember tanggal 2 tahun 2016 tepatnya hari Jumat bersamaan peringatan 212 di Bundaran HI, saya berserta Suami menjalani Proses Akad Nikah di Musholah dekat rumah saya.
Masya Allah Tabarakallah semoga ini sebagai pembuka Rahmat dan Hidayah bagi kami sekeluarga dalam menapaki Ibadah yang suci ini menjadi keluarga yang sakinah Mawadah Warahmah. Amin Ya Rabbal Alamin.
Mencintai Allah
Berharaplah hanya pada Allah
Berkeluhkesahlah hanya pada Allah
Karena sesungguhnya Allah tempat sebaik-baiknya kembali segala urusan.
Duhai ukhti shalihah..
cukuplah dirimu mengaharap cinta pada manusia, apalagi yang belum halal bagimu.
Sebaik-baiknya laki-laki jika ia serius pasti akan meminangmu. Dia tidak akan memberikan kata-kata gombal dan ayat-ayat Al Quran bukan pula kalimat pengantar gombal. Tetapi untuk tuntunan bagi umat manusia dalam menjalani hidup.
Cinta
Bekali-kali penulis, menulis berbagai hal tentang cinta, namun sungguh penulispun belum mengerti bagaimana sungguh cinta yang sebenarnya. Pencarian arti cinta yang sesungguhnya begitu sulit. Namun, Allah kemudian menuntun hati ini dengan rahmatNya. Cinta yang sesungguhnya adalah Cinta kerana Allah, ia tak nampak, tak pula terasa pula dalam hati tapi ia memeluk iman.Cinta yang tidak ada alasan untuk meninggalkannya,
Tapi juga tak miliki rasa takut kehilangan,
Cinta yang pantas diperjuangkan,
Dan Pengorbanan yang tiada akhir,
Demikianlah arti Cinta kerana Allah.
Semoga Allah selalu menata Cinta ini,,,
Sepenggal Kisah di atas Ridha-Nya
Sebetulnya saya sudah lama sekali semenjak tepatnya 1 tahun lalu setelah kepulangan saya dari Malaysia saya ingin segera upload foto-foto saya bersama Ibunda saya, tentunya hal ini semata-mata ingin menunjukan kebahagian saya dapat diberikan kesempatan oleh Allah SWT. untuk berkunjung ke Malaysia bukan hanya sekedar tamasya tetapi juga atas Ridha Ibunda saya dapat mempresetasikan hasil paper saya di salah satu Event Internasional Asuransi Syariah atau ITIS 2014, lebih dikenal dengan sebutan Insurance and Takaful International Symposium 2014, di Universitas Kebangsaan Malaysia, alhamdulillah sekali lagi saya berangkat kesana disponsori oleh Perusahaan tempat saya bekerja, yaitu AJB Bumiputera 1912 , Pelopor Perusahaan Asuransi yang didirikan oleh 3 Guru dari Magelang, yang terus mempertahankan kosistensinya hingga sekarang, subhannallah, Saya bekerja di bawah Divisi Syariah.
Implementasi Nilai-Nilai Ketakwaan untuk Wanita Karier

Dari Ta'lim Muslimah DanBintal Bumiputera Ramadhan oleh Ustazah Ningrum Maurice
Bismillah, Assalamualaikum, wr. wb.
Sebenarnya alasan untuk share tulisan ini adalah berasal dari kutipan sederhana buya Hamka, dalam kutipan beliau ditulis jika hidup hanya sekedar hidup, maka babi dihutan juga hidup, jika bekerja hanya sekedar bekerja maka kera di hutan juga bekerja. Di dalam keterbatasan kemampuan saya,terselip rasa syukur yang saya gambarkan dengan membagi yang baik yang pernah saya dapat, meski itu bukan sesuatu yang besar namun saya harap itu suatu yang bermakna. Semoga Allah meridhai.
Tulisan ini berasal dari rangkuman ceramah Ustazah Ningrum pada acara Ta'lim muslimah DANbintal yang dilaksanakan oleh Bumiputera Pusat tanggal 14 Juli 2014 lalu. Hal pertama yang diceritakan atau menjadi ilustrasi bagi beliau saat itu adalah mengenai arti ketakwaaan, sebagaimana hambanya yang senantiasa melaksanakan sholat, beliau memaknainya dengan mendirikan sholat karena dalam mendirikan sholat kita konsisten dengan apa yang dikatakan bahwa, "Allah itu maha besar" yang dikatakan berulang kali ,"bahwa Allah itu maha besar", mengandung esensi dari takwa kepada Allah yang kemudian diaplikasikan dalam tindakan sehari-hari.
Takwa => Menjalankan perintahnya serta menjauhi larangannya
Hal tersebut diucapkan secara tegas oleh beliau pada Acara Tak’lim Muslimah saat itu. kemudian beliau bertanya kepada Audience apakah kita sudah termasuk orang yang bertakwa, lalu beliau bertanya kembali, "apakah kita masih suka merumpi atau membicarakan orang lain?" Audience yang mayoritasnya adalah perempuan kemudian hanya menjawab dengan tertawa kecil, mungkin ini menjadi persoalan bagi setiap kaum perempuan, betapa takwa kita belum sempurna, begitu menurut beliau. Saya menambahkan, betapa takwa kita mungkin belum sampai ke hati. Karena sesunggguhnya sebaik-baiknya takwa adalah yang sudah tertanam di hati.
Beliau juga menyampaikan betapa Allah memberikan kebaikan yang banyak bagi wanita dalam Islam, mengatur dengan sebaik-baiknya dalam Al-Qur'an dari mulai adab berpakaian, berjalan secara baik tanpa menimbulkan suara, adab terhadap suami setelah menikah, dan yang tak kalah penting adalah adab wanita dalam bekerja dan meraih prestasi, bagi wanita yang bekerja tidak boleh mengurangi hak-hak keluarganya, diantaranya tidak mengeluh kepada Suami, Tetap menjaga kebugaran, Tetap menjalankan fungsi Istri, Mampu menjaga suami dari kemungkaran semisalnya korupsi, Nauzublillah.
Dalam bagian lain beliau menggambarkan tentang waktu yang digunakan oleh manusia selama hidupnya:
Beliau menggambarkan usia rata-rata manusia hidup adalah 63 tahun, kemudian membaginya menjadi rata-rata;
* 17 tahun bekerja jika dalam 1 hari bekerja 13 jam,
* 15 tahun untuk tidur jika tidur diibaratkan 8 jam perhari,
* lalu sisanya adalah urusan dunia, dan jika untuk ibadah kita hanya melaksanakan sholat 5 waktu, puasa ramadhan serta sholat shunah yang belum tentu setiap hari kita lakukan mungkin hanya 1,5 tahun yg kita habiskan selama kita hidup.Sehingga pemaparan belia tersebut mampu membuat saya tertegun sesaat setelah mendengar bagian materi itu, semoga Allah SWT. mengampuni kita semua dan memberikan petunjuk kepada hambaNya yang berharap Cinta dan RidhaNya.
Selanjutnya, beliau juga menyampaikan bahwa dalam sholat meski bagian luar kita adalah mukenah, maka bagian dalam baju yang kita kenakan juga seharusnya menutup aurat karena sesungguhnya kita akan menghadap Allah SWT, Sang Maha Pemberi segala apa yang hambanya pinta maupun tanpa dipinta, sang Pemilik Seluruh Alam.
Dalam menulis rangkuman ta'lim muslimah ini, bagi saya adalah semata-mata untuk menjadi pengingat saya pribadi, dari kesempatan mengikutinya yang mungkin ada halangan bagi sebagian orang untuk tidak mengikutinya. Bagi saya juga akan merasa kurang dan belum sepenuhnya bermanfaat kehadiran saya pada ta'lim tersebut jika secercah ilmu yang saya dapat dalam taklim tersebut tidak saya bagi kepada rekan-rekan yang sedang berusaha bersama dalam mencari RidhaNya. Sehingga pada kesimpulannya izinkan saya membagi catatan ini, sekali lagi, semoga Allah SWT. meridhainya.
Referensi Ayat dalam Al Qur'an diantaranya:
- Ali Imran (3):14-15
- QS Ar'Raf (7):26
- QS Al Hujurat (49)
- Al Ahzab (33)
- An-Nur (24): 31
- Ibrahim (17) : 7
- At- Thaha (20): 131
Hanya Allah yang Maha Tahu segalanya.
Wassalamualaikum, wr. wb.
Cita Rasa dalam Sebait Tulisan
Hari Sabtu dan Minggu merupakan hari yang memang menjadi hari penting dan menyenangkan bagi saya. Banyak hal dan ide difikirkan pada hari sebelumnya, yang kemudian saya ingin tuangkan menjadi sebuah aktivitas yang dilakukan pada hari sabtu dan minggu (akhir pekan). Selain mengaji bersama Lingkaran BINTAL Bintaro, berkutat pada buku-buku baru yang belum sempat dibaca, berkunjung ke perpustakaan di kampus almamater, bermain bersama sahabat, keluarga dan kemenakan atau hanya menulis sekedarnya dalam sebuah blog, aktivitas lain yang menurut saya penting adalah memasak. Kemampuan memasak merupakan sebuah kemapuan yang harus dimiliki setiap wanita. Setidaknya memasak makanan yang dapat diterima lidah keluarga sendiri itu sudah baik. Oleh karena hal tersebut yang menjadi latar belakang saya untuk menulis tulisan ini. :D
Pembahasan
Pada pekan terakhir maret sebelumnya menunya adalah cumi asam pedas dan kemudian Pada Pekan pertama bulan april ini tidak terfikir untuk memasak ikan talang-talang. Namun seperti biasa, Ibu yang senantiasa memiliki stock bahan masakan, salah satunya ikan talang-talang.
Queenfish atau talang-talang populer sebagai ikan target pemancing yang hidup disekitar lautan daerah tropis. Di Australia dikenal dengan nama Skinny Fish, di beberapa bagian dunia lain disebut dengan nama leatherskin, sedangkan di Indonesia lebih dikenal dengan nama talang talang. (http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_rekor_memancing_air_laut_di_Indonesia)
Ada 3 ekor ukuran sedang ikan talang-talang, Ikan ini akan dimasak dengan cara dibakar bumbu kuning, dengan alat panggang terbuka. Bumbu yang dipergunakan tidak terlalu sulit dan mudah didapatkan di pasar kebanyakan, Sebaiknya bumbu yang dipergunakan tidak merusak cita rasa dari Ikan Talang-Talang , karen Ikan talang-talang sendiri sudah memiliki rasa khas tersendiri.
Kesimpulan,
Alhamduillah setelah 2 jam memasak Ikan Bakar Talang-talang siap disajikan dengan bumbu kecap pedas manis. Santap bersama keluarga dan kerabat, kehangatan dan esense kenikmatan Insha Allah akan semakin menggungah selera.. :D
*Tulisan ini hanya dibuat sekedarnya untuk sekedar sharing .. :)
**Tulisan ini juga ditulis disaat pemilihan umum tanggal 9 April 2014 akan segera dilaksanakan, harapan pribadi tentu ada dan itu tidak sedikit tapi sederhana; harapan pertama saya adalah semoga pemimpin kelak benar-benar amanah, mampu mempertahankan bangsa dan negara terus dalam kesatuan yang utuh yang sebenar-benarnya. Menjalankan pemerintahan sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Hadist Rasulullah SAW, serta mengetahui isinya dengan baik bukan yang setengah-setengah dan menerima pendapat dari yang Ahlinya bukan ahli yang setengah-setengah (Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kedalam Islam secara Kaffah (Keseluruhan) dan Janganlah kamu ikuti langkah-langkah syeitan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu Al Qur'an : Al Baqarah (2):205). Pemimpin yang tegas lagi bijaksana ("Ajaklah (semua) menuju jalan TuhanMu dengan cara yang bijaksana dan keteladanan yang indah." Al-Quran ; An'Nahl (16);125)), pemimpin yang senatiasa Ikhlas dalam setiap aktifitasnya, pemimpin yang senantiasa bertaubat, pemimpin yang senantiasa khawatir kepada keadaan rakyatnya, pemimpin yang mampu melahirkan pemimpin selanjutnya, pemimpin yang tawadhu, pemimpin yang senatiasa memberikan manfaat hingga sekecil-kecilnya (Sebuah perbuatan baik adalah sedekah , HR. Bukhari, Sebuah kata yang baik adalah sedekah, HR. Bukhari), Amin, harapan lain tentu masih ada tetapi hanya kepada Allah SWT.kita kembalikan segala urusan. Semoga Allah SWT memberikan pemimpin yang terbaik bagi bangsa Indonesia, bagi bangsa Indonesia. Allahumma Amin ..
Stop Golput 9 April 2014,
"Wahai orang beriman! taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad) dan Ulul Amri diantara kamu." (Al:Quran; An-Nisa (4):59)
Dunia Cinta


















