L i f e h e r e q u i t e f u n

Perjalanan Umrah yang syarat makna

Demi matahari dan sinarnya dipagi hari.
Demi bulan apabila ia mengiringi.


Mencintai Allah

Sedang belajar mencintai sesuatu karena Allah Swt.
Berharaplah hanya pada Allah
Berkeluhkesahlah hanya pada Allah
Karena sesungguhnya Allah tempat sebaik-baiknya kembali segala urusan.

Duhai ukhti shalihah..
cukuplah dirimu mengaharap cinta pada manusia, apalagi yang belum halal bagimu.
Sebaik-baiknya laki-laki jika ia serius pasti akan meminangmu. Dia tidak akan memberikan kata-kata gombal dan ayat-ayat Al Quran bukan pula kalimat pengantar gombal. Tetapi untuk tuntunan bagi umat manusia dalam menjalani hidup.

Cinta

Bekali-kali penulis, menulis berbagai hal tentang cinta, namun sungguh penulispun belum mengerti bagaimana sungguh cinta yang sebenarnya. Pencarian arti cinta yang sesungguhnya begitu sulit. Namun, Allah kemudian menuntun hati ini dengan rahmatNya. Cinta yang sesungguhnya adalah Cinta kerana Allah, ia tak nampak, tak pula terasa pula dalam hati tapi ia memeluk iman.

Cinta yang tidak ada alasan untuk meninggalkannya,
Tapi juga tak miliki rasa takut kehilangan, 
Cinta yang pantas diperjuangkan,
Dan Pengorbanan yang tiada akhir,
Demikianlah arti Cinta kerana Allah.


Semoga Allah selalu menata Cinta ini,,,

Alhamdulllah bisa berjumpa dengan Asma Nadia


Sepenggal Kisah di atas Ridha-Nya

I m Blogger , I have no secret about inspiration of life since 2008, jadi boleh ya sekedar sharing :)

Bismillah, sesungguhnya ridha Allah ada pada Ridha orang tua, khususnya Ibu. 

Sebetulnya saya sudah lama sekali semenjak tepatnya 1 tahun lalu setelah kepulangan saya dari Malaysia saya ingin segera upload foto-foto saya bersama Ibunda saya, tentunya hal ini semata-mata ingin menunjukan kebahagian saya dapat diberikan kesempatan oleh Allah SWT. untuk berkunjung ke Malaysia bukan hanya sekedar tamasya tetapi juga atas Ridha Ibunda saya dapat mempresetasikan hasil paper saya di salah satu Event Internasional Asuransi Syariah atau ITIS 2014, lebih dikenal dengan sebutan Insurance and Takaful International Symposium 2014, di Universitas Kebangsaan Malaysia, alhamdulillah sekali lagi saya berangkat kesana disponsori oleh Perusahaan tempat saya bekerja, yaitu AJB Bumiputera 1912 , Pelopor Perusahaan Asuransi yang didirikan oleh 3 Guru dari Magelang, yang terus mempertahankan kosistensinya hingga sekarang, subhannallah, Saya bekerja di bawah Divisi Syariah. 

Sekali lagi ridha Allah ditunjukan sejauh mana Orang Tua meridhai kita. Betapa Ibunda saya begitu mencintai saya, cukuplah Allah sebagai tempat memohonkan hadiah terbaik untuk Ibuda, dalam membalas jasanya. 

Semoga Allah selalu melindungi Ibunda dimanapun Ia berada, saat saya bekerja, atau mungkin saat saya menghadap keharibahannya (semoga kelak khusnul qotimah, amin)
foto di atas saat berkunjung ke Masjid Putra Jaya, di pusat pemerintahan Malaysia, yang tempatnya sungguh indah, hati sungguh terharu ketika Ibunda dapat berkesempatan berdoa di dalam Masjid saat menjalakan sholat Magrib kala itu, hingga beliau meneteskan air mata. :")


Ketika befoto bersama di depan Menara Petronas, sekedar cerita sedikit saat dalam perjalan dikereta menuju menara ini saya dan Ibunda berjumpa dengan banyak orang Indonesia, banyak yang berasal dari daerah Madura, saya sempat berkenalan dan berbincang saat menunggu kereta di KL Central dengan seorang Ibu yang mungkin usianya sama dengan Ibunda saya, beliau bercerita bahwa Ia telah bekerja selama 20 tahun di Malaysia dengan tinggal seorang diri dan pulang hanya 6 bulan sekali, jadi mungkin hanya 2 kali setahun, Masya Allah, betapa sesungguhnya nikmat mana lagi yang patut aku dustakan, karena sesungguhnya saya dapat bertemu dengan Ibunda saya setiap hari, sedangkan diluar sana banyak saudara kita setanah air yang hidup jauh dari keluarga, khususnya anaknya. Semoga Ibu tersebut diberikan kebaikan yang banyak-banyak dari Allah Swt. Aamiin..




saat berada di dalam Masjid Putra. :)

Sebelumnya terima kasih kepada Kak Farrah Munna Harun dan Kak Bayu Taufiq Possummah yang telah meluangkan waktunya menemani kami berdua saat berada disana, mereka berdua adalah candidate Doktor dan Profesor yang begitu rendah hati namun dibalik itu semua memiliki Ilmu yang luar biasa dibidang Ekonomi Syariah, terus terang selama saya disana, saya banyak bertemu dengan Pakar-pakar Ekonomi dari Indonesia yang tidak terlalu mementingkan sorotan publik sebagai tolak ukurnya, tetapi benar-benar mereka khusu dalam belajar dan menuntut ilmu di Negeri Orang, dari hati terselip untaian doa, semoga Kakak berdua selalu Istiqomah dalam menuntut Ilmu dimanapun berada dan selalu bermanfaat untuk banyak orang. Amiin. 

Ini saat berada disalah satu Toko Coklat di Pusat Kuala Lumpur, Alhamdulillah banyak coklat halal dan enak dengan harga terjangkau disana :)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXUsUljzW3opK7PC8KUp5x4JsC6RgHsp_EjmUweQRZTwD7aDHNecz5kpVO_d0lzL4ccz5y2g8pRBByrJYmB6D5lZ4Gwk7rwpxVGcyjePf23o1nHN1PB6Pj8zi7aKPXtCc_K2PmsoLTzMI/s1600/IMG-20131007-00989.jpg
Saat jalan sore dan bertemu salah seorang teman yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Antar Bangsa, ( IIUM ) Gombak, Malaysia,   sungguh kampus yang Indah yang pernah saya lihat :) tak heran banyak mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi disana. Semoga diberikan yang terbaik ..Aamiin Ya Rabbi. 


Saat menanti kedatangan kereta dari KLCC menuju stasiun UKM saat kembali ke hotel di Bangi :)

Demikian , semoga sepenggal kisah dan foto-foto ini memberikan inspirasi yang baik Aamiin :)

Bangi, Malayia 6 sd 9 Oktober 2013

Implementasi Nilai-Nilai Ketakwaan untuk Wanita Karier





Dari Ta'lim Muslimah DanBintal Bumiputera Ramadhan oleh Ustazah Ningrum Maurice

Bismillah, Assalamualaikum, wr. wb.

Sebenarnya alasan untuk share tulisan ini adalah berasal dari kutipan sederhana buya Hamka, dalam kutipan beliau ditulis jika hidup hanya sekedar hidup,  maka babi dihutan juga hidup, jika bekerja hanya sekedar bekerja maka kera di hutan juga bekerja. Di dalam keterbatasan kemampuan saya,terselip rasa syukur yang saya gambarkan dengan membagi yang baik yang pernah saya dapat, meski itu bukan sesuatu yang besar namun saya harap itu suatu yang bermakna. Semoga Allah meridhai.

Tulisan ini berasal dari rangkuman ceramah Ustazah Ningrum pada acara Ta'lim muslimah DANbintal yang dilaksanakan oleh Bumiputera Pusat tanggal 14 Juli 2014 lalu.  Hal pertama yang diceritakan atau menjadi ilustrasi bagi beliau saat itu adalah mengenai arti ketakwaaan, sebagaimana hambanya yang senantiasa melaksanakan sholat, beliau memaknainya dengan mendirikan sholat karena dalam mendirikan sholat kita konsisten dengan apa yang dikatakan bahwa, "Allah itu maha besar" yang dikatakan berulang kali ,"bahwa Allah itu maha besar", mengandung esensi dari takwa kepada Allah yang kemudian diaplikasikan dalam tindakan sehari-hari.


Takwa => Menjalankan perintahnya serta menjauhi larangannya

Hal tersebut diucapkan secara tegas oleh beliau pada Acara Tak’lim Muslimah saat itu. kemudian beliau bertanya kepada Audience apakah kita sudah termasuk orang yang bertakwa, lalu beliau bertanya kembali, "apakah kita masih  suka merumpi atau membicarakan orang lain?" Audience yang mayoritasnya adalah perempuan kemudian hanya menjawab dengan tertawa kecil, mungkin ini menjadi persoalan bagi setiap kaum perempuan,  betapa takwa kita belum sempurna, begitu menurut beliau.  Saya menambahkan, betapa takwa kita mungkin belum sampai ke hati. Karena sesunggguhnya sebaik-baiknya takwa adalah yang sudah tertanam di hati.

Beliau juga menyampaikan betapa Allah memberikan kebaikan yang banyak bagi wanita dalam Islam, mengatur dengan sebaik-baiknya dalam Al-Qur'an dari mulai adab berpakaian, berjalan secara baik tanpa menimbulkan suara, adab terhadap suami setelah menikah, dan yang tak kalah penting adalah adab wanita dalam bekerja dan meraih prestasi, bagi wanita yang bekerja tidak boleh mengurangi hak-hak keluarganya, diantaranya tidak mengeluh kepada Suami, Tetap menjaga kebugaran, Tetap menjalankan fungsi Istri, Mampu menjaga suami dari kemungkaran semisalnya korupsi, Nauzublillah.

Dalam bagian lain beliau menggambarkan tentang waktu yang digunakan oleh manusia selama hidupnya:
Beliau menggambarkan usia rata-rata manusia hidup adalah 63 tahun, kemudian membaginya menjadi rata-rata;
* 17 tahun bekerja jika dalam 1 hari bekerja 13 jam,
* 15 tahun untuk tidur jika tidur diibaratkan 8 jam perhari,
*  lalu sisanya adalah urusan dunia, dan jika untuk ibadah kita hanya melaksanakan sholat 5 waktu, puasa ramadhan serta sholat shunah yang belum tentu setiap hari kita lakukan mungkin hanya 1,5 tahun yg kita habiskan selama kita hidup.Sehingga pemaparan belia tersebut mampu membuat saya tertegun sesaat setelah mendengar bagian materi itu, semoga Allah SWT.  mengampuni kita semua dan memberikan petunjuk kepada hambaNya yang berharap Cinta dan RidhaNya.

Selanjutnya, beliau juga menyampaikan bahwa dalam sholat meski bagian luar kita adalah mukenah, maka bagian dalam baju yang kita kenakan juga seharusnya menutup aurat karena sesungguhnya kita akan menghadap Allah SWT, Sang Maha Pemberi segala apa yang hambanya pinta maupun tanpa dipinta, sang Pemilik Seluruh Alam.

Dalam menulis rangkuman ta'lim muslimah ini, bagi saya adalah semata-mata untuk menjadi pengingat saya pribadi, dari kesempatan mengikutinya yang mungkin ada halangan bagi sebagian orang untuk tidak mengikutinya. Bagi saya juga akan merasa kurang dan belum sepenuhnya bermanfaat kehadiran saya pada ta'lim tersebut jika secercah ilmu yang saya dapat dalam taklim tersebut tidak saya bagi kepada rekan-rekan yang sedang berusaha bersama dalam mencari RidhaNya. Sehingga pada kesimpulannya izinkan saya membagi catatan ini, sekali lagi, semoga Allah SWT.  meridhainya.

Referensi Ayat dalam Al Qur'an diantaranya:

- Ali Imran (3):14-15

- QS Ar'Raf (7):26

- QS Al Hujurat (49)

- Al Ahzab (33)

- An-Nur (24): 31

- Ibrahim (17) : 7

- At- Thaha (20): 131

Hanya Allah yang Maha Tahu segalanya.
Wassalamualaikum, wr. wb.




Cita Rasa dalam Sebait Tulisan

Latar Belakang
Hari Sabtu dan Minggu merupakan hari yang memang menjadi hari penting dan menyenangkan bagi saya. Banyak hal dan ide difikirkan pada hari sebelumnya, yang kemudian saya ingin tuangkan menjadi sebuah aktivitas yang dilakukan pada hari sabtu dan minggu (akhir pekan). Selain mengaji bersama Lingkaran BINTAL Bintaro, berkutat pada buku-buku baru yang belum sempat dibaca, berkunjung ke perpustakaan di kampus almamater, bermain bersama sahabat, keluarga dan kemenakan atau hanya menulis sekedarnya dalam sebuah blog, aktivitas lain yang menurut saya penting adalah memasak. Kemampuan memasak merupakan sebuah kemapuan yang harus dimiliki setiap wanita. Setidaknya memasak makanan yang dapat diterima lidah keluarga sendiri itu sudah baik. Oleh karena hal tersebut yang menjadi latar belakang saya untuk menulis tulisan ini.  :D

Pembahasan


Pada pekan terakhir maret sebelumnya menunya adalah cumi asam pedas dan kemudian Pada Pekan pertama bulan april ini tidak terfikir untuk memasak ikan talang-talang. Namun seperti biasa, Ibu yang senantiasa memiliki stock bahan masakan, salah satunya ikan talang-talang.

Queenfish atau talang-talang populer sebagai ikan target pemancing yang hidup disekitar lautan daerah tropis. Di Australia dikenal dengan nama Skinny Fish, di beberapa bagian dunia lain disebut dengan nama leatherskin, sedangkan di Indonesia lebih dikenal dengan nama talang talang. (http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_rekor_memancing_air_laut_di_Indonesia)

Ada 3 ekor ukuran sedang ikan talang-talang, Ikan ini akan dimasak dengan cara dibakar bumbu kuning, dengan alat panggang terbuka. Bumbu yang dipergunakan tidak terlalu sulit dan mudah didapatkan di pasar kebanyakan, Sebaiknya bumbu yang dipergunakan tidak merusak cita rasa dari Ikan Talang-Talang , karen Ikan talang-talang sendiri sudah memiliki rasa khas tersendiri.

Kesimpulan,
Alhamduillah setelah 2 jam memasak Ikan Bakar Talang-talang siap disajikan dengan bumbu kecap pedas manis. Santap bersama keluarga dan kerabat, kehangatan dan esense kenikmatan Insha Allah akan semakin menggungah selera.. :D

*Tulisan ini hanya dibuat sekedarnya untuk sekedar sharing .. :)


**Tulisan ini juga ditulis disaat pemilihan umum tanggal 9 April 2014 akan segera dilaksanakan, harapan pribadi tentu ada dan itu tidak sedikit tapi sederhana; harapan pertama saya adalah semoga pemimpin kelak benar-benar amanah, mampu mempertahankan bangsa dan negara terus dalam kesatuan yang utuh yang sebenar-benarnya. Menjalankan pemerintahan sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Hadist Rasulullah SAW, serta mengetahui isinya dengan baik bukan yang setengah-setengah dan menerima pendapat dari yang Ahlinya bukan ahli yang setengah-setengah (Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kedalam Islam secara Kaffah (Keseluruhan) dan Janganlah kamu ikuti langkah-langkah syeitan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu Al Qur'an : Al Baqarah (2):205). Pemimpin yang tegas lagi bijaksana ("Ajaklah (semua) menuju jalan TuhanMu dengan cara yang bijaksana dan keteladanan yang indah." Al-Quran ; An'Nahl (16);125)), pemimpin yang senatiasa Ikhlas dalam setiap aktifitasnya, pemimpin yang senantiasa bertaubat, pemimpin yang senantiasa khawatir kepada keadaan rakyatnya, pemimpin yang mampu melahirkan pemimpin selanjutnya, pemimpin yang tawadhu, pemimpin yang senatiasa memberikan manfaat hingga sekecil-kecilnya (Sebuah perbuatan baik adalah sedekah , HR. Bukhari, Sebuah kata yang baik adalah sedekah, HR. Bukhari), Amin, harapan lain tentu masih ada tetapi hanya kepada Allah SWT.kita kembalikan segala urusan. Semoga Allah SWT memberikan pemimpin yang terbaik bagi bangsa Indonesia, bagi bangsa Indonesia. Allahumma Amin ..

Stop Golput 9 April 2014,
"Wahai orang beriman! taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad) dan Ulul Amri diantara kamu." (Al:Quran; An-Nisa (4):59)

 
Powered by Blogger