L i f e h e r e q u i t e f u n

Persembahan Cinta untuk Ayahanda

Demi masa,
Dan semua yang dicinta pasti akan kembali kepada-Nya..
Ayahanda kami mencintaimu, pengorbanan dan air mata yang engkau berikan tak ternyana kini telah usai
Dan meninggalkan keharmonisan dalam bingkai kehidupan yang tak lekang oleh waktu dan tak jua akan hilang oleh kehidupan ini..

Ayahanda, meski tangis dan pilu menyeruak dalam hati, engkau tetap tersenyum..
Karena engkau telah meninggalkan cinta kasih, kebaikan yg tak hanya milik kami tapi jg mereka yang engkau cintai..

Ayahanda rayuan yang kami berikan untuk memilikimu kepada Yang Maha Pemilik tak jua bisa merayu-Nya..
Allah SWT. Yang ternyana memiliki cinta kasih yang abadi untukmu, Ayahanda..

Persembahan cinta untuk Ayahanda,
 3 Juli 2013 dalam harmonisasi abadi darimu..

MENJALANI PROSES TA'ARUF YANG SYARAT MAKNA




Bismillahirahmanirahim..

Alhamdulillah bisa kembali ke Blog saya ini setelah sekian tahun saya lewatkan kesempatan demi kesempatan yang lain yang Indah tidak lain adalah berkumpul bersama keluarga kecil saya. 

Alhamdulillah lebih 8 tahun saya lewatkan untuk menulis padahal kisah-kisah Indah dan bahagia banyak saya lewati, namun hati ini sulit sekali istiqomah dalam jalan kebaikan, semoga Allah mengampuni saya. 

Sebelumnya alasan yang menguatkan saya untuk menulis kisah ini karena banyak teman-teman yang bertanya bagaimana saya dan suami bertemu. Sebelumnya agar tidak salah menafsirkan dalam membaca cerita saya ini adalah sungguh saya dan suami hanya hamba yang masih terus belajar agar Allah SWT selalu memberikan taufik dan rahmatNya, maka saya dan suami berusaha mencari RidhaNya dalam memulai niat suci kala itu.

Pada awalnya tahun 2015 saya merasa memiliki keinginan untuk menikah apalagi  Ibunda sudah merasa saya sudah pantas untuk memiliki seorang pendamping tapi apa daya saya bukanlah seorang yang bisa dengan mudahnya menemui calon pujaan hati danmasih belajar menjadi wanita sholehah karena hidup ini memang tempat belajar. Kadang saya masih insecure terhadap teman-teman saya yang sholehah, ngajinya bagus, apalah saya hanya punya semangat hijrah, namun tidak tahu bagaimana itu harus dimulai.

Jalan berliku dan jujur air mata mungkin menghiasi perjalan mencari jodoh ini, sebenarnya Ibunda sampaikan sudah sejak 2013 beberapa bulan setelah Ayahanda berpulang tapi saya merasa Allah belum memantabkan hati saya atau saya yang memang belum berusaha mencari Ridha Allah, apalagi Ayahanda sudah tiada . Bagi saya tidak adalagi yang bisa menjadi tolak ukur bagi saya untuk menentukan jodoh bagi saya. Selain saat itu saya masih mengejar mimpi saya dalam berkarir, Subhanallah :") 

Akhir 2015 Allah memberikan kesempatan untuk saya, adik berserta Ibunda untuk berangkat menjalankan Ibadah Umrah, Masya Allah saya sungguh merasakan puncak cinta ini dari Allah Swt, hingga liku perjalanan mendapati seseorang yang Allah takdirkan untuk saya kelak saya utarakan dengan sungguh saat menjalani Ibadah Umrah saat itu. Berdoa di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram saya selipkan dalam setiap kesempatan. Tetapi sepulang umrah Allah memberi saya ujian setelah keindahan, dan saya bisa hanya berhusnuzon kepada Allah , pasti ada rahasia dibalik rahasia yang telah Allah siapkan. Hingga awal maret 2016 saya hanya fokus beribadah kepada Allah, pasrah dan Ridha atas segala kehendaknya serta harapan saya saat itu hanya satu semoga saya bisa naik kelas. AMIN

Hari demi hari saya lalui, muhasabah diri agar dosa yang ada semoga Allah kikiskan setiap waktunya dengan kesabaran ini. Hingga suatu ketika tepatnya bulan Juli ada sebuah pesan singkat lewat WA dari seorang Ukhti shalehah, namanya Mba Intan. Kurang lebih isinya seperti ini," Assalamualaikum, Riris perkenalkan saya Intan teman kerja mas Riyan, Saya diminta menjadi mediator untuk proses taaruf antara Riris dan Mas Riyan, jika Riris bersedia nanti Riris bisa kirim email untuk saya kirimkan format biodatanya." saya di depan layar handphone hanya bisa tersenyum dengan hati yang 'Mak Jleb" 

Beliau mengirimkan pesan tersebut saat siang hari, namun saya baru membalas pada malam hari yang saya jawab "Maaf ini temannya mas Riyan yang mana?( karena saya memang agak asing dengan sebutan Mas, saya punya teman namun beliau biasa dipanggil dengan sebutan Bang Riyan :P) Hingga kemudian akhirnya saya menyadari Mas Riyan yang mana, :P. selanjutnya setelah  merasa mantab saya bersedia bertukar biodata melalui email Mba Intan tersebut.

singkatnya tahap demi tahap saya lalui di selingi dengan sholat Istiqarah di setiap tahapannya dan kami selalu didampingi dengan Mba Intan dan Suami beliau agar bisa saling menjaga tahap demi tahap proses Taaruf ini, jadi jika di singkat tahapan yang saya lalui dari awal hingga akhir adalah 

Tukar Biodata, Pelajari dan Istiqarah

Perkenalan atau wawancara didampingi masing-masing mediator, Sholat Istiqarah

Jika pada tahap ini sudah mantab dan tidak ada keraguan lanjut ke tahap Khitbah dimana Ikhwan meminta izin kepada orang tua, bisa sendiri atau didampingi oleh pihak laki-laki, namun di proses ini saya meminta kepada sang Ikwan untuk datang sendiri dulu tanpa didampingi orang tua, selanjutnya ketika Ibunda Alhamdulillah menyetujui diikuti dengan menangis karena seperti melihat sosok Almarhum Ayahnda saya pada Mas Riyan, maka orang tua saya meminta untuk segerakan.

Alhamdulillah 3 minggu kemudian tepatnya bulan september tanggal 18 Mas Riyan didampingi dengan orang tua saya mengkhitbah saya secara resmi. Semua proses sangat dimudahkan oleh Allah SWT, sesuai anjuran Rasul saya merahasiakan proses Khitbah hingga penyebaran undangan pernikahan dan Alhamdulillah bulan Desember tanggal 2 tahun 2016 tepatnya hari Jumat bersamaan peringatan 212 di Bundaran HI, saya berserta Suami menjalani Proses Akad Nikah di Musholah dekat rumah saya.


 


Masya Allah Tabarakallah semoga ini sebagai pembuka Rahmat dan Hidayah bagi kami sekeluarga dalam menapaki Ibadah yang suci ini menjadi keluarga yang sakinah Mawadah Warahmah. Amin Ya Rabbal Alamin. 

 

 

 

 

 

Perjalanan Umrah yang syarat makna

Demi matahari dan sinarnya dipagi hari.
Demi bulan apabila ia mengiringi.


Mencintai Allah

Sedang belajar mencintai sesuatu karena Allah Swt.
Berharaplah hanya pada Allah
Berkeluhkesahlah hanya pada Allah
Karena sesungguhnya Allah tempat sebaik-baiknya kembali segala urusan.

Duhai ukhti shalihah..
cukuplah dirimu mengaharap cinta pada manusia, apalagi yang belum halal bagimu.
Sebaik-baiknya laki-laki jika ia serius pasti akan meminangmu. Dia tidak akan memberikan kata-kata gombal dan ayat-ayat Al Quran bukan pula kalimat pengantar gombal. Tetapi untuk tuntunan bagi umat manusia dalam menjalani hidup.

Cinta

Bekali-kali penulis, menulis berbagai hal tentang cinta, namun sungguh penulispun belum mengerti bagaimana sungguh cinta yang sebenarnya. Pencarian arti cinta yang sesungguhnya begitu sulit. Namun, Allah kemudian menuntun hati ini dengan rahmatNya. Cinta yang sesungguhnya adalah Cinta kerana Allah, ia tak nampak, tak pula terasa pula dalam hati tapi ia memeluk iman.

Cinta yang tidak ada alasan untuk meninggalkannya,
Tapi juga tak miliki rasa takut kehilangan, 
Cinta yang pantas diperjuangkan,
Dan Pengorbanan yang tiada akhir,
Demikianlah arti Cinta kerana Allah.


Semoga Allah selalu menata Cinta ini,,,

Alhamdulllah bisa berjumpa dengan Asma Nadia


Sepenggal Kisah di atas Ridha-Nya

I m Blogger , I have no secret about inspiration of life since 2008, jadi boleh ya sekedar sharing :)

Bismillah, sesungguhnya ridha Allah ada pada Ridha orang tua, khususnya Ibu. 

Sebetulnya saya sudah lama sekali semenjak tepatnya 1 tahun lalu setelah kepulangan saya dari Malaysia saya ingin segera upload foto-foto saya bersama Ibunda saya, tentunya hal ini semata-mata ingin menunjukan kebahagian saya dapat diberikan kesempatan oleh Allah SWT. untuk berkunjung ke Malaysia bukan hanya sekedar tamasya tetapi juga atas Ridha Ibunda saya dapat mempresetasikan hasil paper saya di salah satu Event Internasional Asuransi Syariah atau ITIS 2014, lebih dikenal dengan sebutan Insurance and Takaful International Symposium 2014, di Universitas Kebangsaan Malaysia, alhamdulillah sekali lagi saya berangkat kesana disponsori oleh Perusahaan tempat saya bekerja, yaitu AJB Bumiputera 1912 , Pelopor Perusahaan Asuransi yang didirikan oleh 3 Guru dari Magelang, yang terus mempertahankan kosistensinya hingga sekarang, subhannallah, Saya bekerja di bawah Divisi Syariah. 

Sekali lagi ridha Allah ditunjukan sejauh mana Orang Tua meridhai kita. Betapa Ibunda saya begitu mencintai saya, cukuplah Allah sebagai tempat memohonkan hadiah terbaik untuk Ibuda, dalam membalas jasanya. 

Semoga Allah selalu melindungi Ibunda dimanapun Ia berada, saat saya bekerja, atau mungkin saat saya menghadap keharibahannya (semoga kelak khusnul qotimah, amin)
foto di atas saat berkunjung ke Masjid Putra Jaya, di pusat pemerintahan Malaysia, yang tempatnya sungguh indah, hati sungguh terharu ketika Ibunda dapat berkesempatan berdoa di dalam Masjid saat menjalakan sholat Magrib kala itu, hingga beliau meneteskan air mata. :")


Ketika befoto bersama di depan Menara Petronas, sekedar cerita sedikit saat dalam perjalan dikereta menuju menara ini saya dan Ibunda berjumpa dengan banyak orang Indonesia, banyak yang berasal dari daerah Madura, saya sempat berkenalan dan berbincang saat menunggu kereta di KL Central dengan seorang Ibu yang mungkin usianya sama dengan Ibunda saya, beliau bercerita bahwa Ia telah bekerja selama 20 tahun di Malaysia dengan tinggal seorang diri dan pulang hanya 6 bulan sekali, jadi mungkin hanya 2 kali setahun, Masya Allah, betapa sesungguhnya nikmat mana lagi yang patut aku dustakan, karena sesungguhnya saya dapat bertemu dengan Ibunda saya setiap hari, sedangkan diluar sana banyak saudara kita setanah air yang hidup jauh dari keluarga, khususnya anaknya. Semoga Ibu tersebut diberikan kebaikan yang banyak-banyak dari Allah Swt. Aamiin..




saat berada di dalam Masjid Putra. :)

Sebelumnya terima kasih kepada Kak Farrah Munna Harun dan Kak Bayu Taufiq Possummah yang telah meluangkan waktunya menemani kami berdua saat berada disana, mereka berdua adalah candidate Doktor dan Profesor yang begitu rendah hati namun dibalik itu semua memiliki Ilmu yang luar biasa dibidang Ekonomi Syariah, terus terang selama saya disana, saya banyak bertemu dengan Pakar-pakar Ekonomi dari Indonesia yang tidak terlalu mementingkan sorotan publik sebagai tolak ukurnya, tetapi benar-benar mereka khusu dalam belajar dan menuntut ilmu di Negeri Orang, dari hati terselip untaian doa, semoga Kakak berdua selalu Istiqomah dalam menuntut Ilmu dimanapun berada dan selalu bermanfaat untuk banyak orang. Amiin. 

Ini saat berada disalah satu Toko Coklat di Pusat Kuala Lumpur, Alhamdulillah banyak coklat halal dan enak dengan harga terjangkau disana :)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXUsUljzW3opK7PC8KUp5x4JsC6RgHsp_EjmUweQRZTwD7aDHNecz5kpVO_d0lzL4ccz5y2g8pRBByrJYmB6D5lZ4Gwk7rwpxVGcyjePf23o1nHN1PB6Pj8zi7aKPXtCc_K2PmsoLTzMI/s1600/IMG-20131007-00989.jpg
Saat jalan sore dan bertemu salah seorang teman yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Antar Bangsa, ( IIUM ) Gombak, Malaysia,   sungguh kampus yang Indah yang pernah saya lihat :) tak heran banyak mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi disana. Semoga diberikan yang terbaik ..Aamiin Ya Rabbi. 


Saat menanti kedatangan kereta dari KLCC menuju stasiun UKM saat kembali ke hotel di Bangi :)

Demikian , semoga sepenggal kisah dan foto-foto ini memberikan inspirasi yang baik Aamiin :)

Bangi, Malayia 6 sd 9 Oktober 2013

 
Powered by Blogger